Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Pelaku Video Porno Berseragam ASN Ternyata Guru Honorer

Mochammad Iqbal Maulud
ILUSTRASI penyebaran video mesum.*/DOK. PR
ILUSTRASI penyebaran video mesum.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- RI (31) seorang guru honorer yang telah berkeluarga mengaku menyebarkan video porno kekasih gelapnya karena kesal. RI menyatakan kekasih gelapnya RJ meninggalkannya secara tiba-tiba padahal RI masih mencintainya.

Seperti diketahui beredar sebuah video dan gambar seorang ASN yang menggunakan seragam Pemprov Jabar‎ beredar di media sosial. Bermula dari grup WhatsApp dan menyebar ke Twitter dan Facebook.

Meski RJ pun telah berkeluarga namun RI dan RJ sudah lama berhubungan gelap. Bahkan hubungan mereka yang sudah berlangsung satu tahun ini akhirnya berakhir, dikarenakan memang hubungan tersebut tanpa kejelasan yang pasti.

"Iya saya khilaf sekaligus kesal karena dia meninggalkan saya tanpa alasan yang jelas. Karenanya saya kirim dua video dirinya," kata RI di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung pada Jumat 20 September 2019.

Peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada Juni 2019 lalu di sebuah mini mar‎ket di Purwakarta. Kejadian asusila tersebut dilakukan di sebuah mobil sedan tua berwarna putih.

ILUSTRASI video mesum.*/ANTARA

Profesi sama

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Ajun Komisaris Besar Polisi Hari Brata membenarkan hal ini. Menurutnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar telah melakukan penangkapan pada RI pada Kamis 19 September 2019 malam.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka mengaku menggunakan ponsel untuk merekam aktivitas asusila di dalam mobil periode bulan Juni 2019. Adegan itu dilakukan di sebuah tempat dekat mini market di wilayah Kabupaten Purwakarta.

"Tersangka dan perempuan memiliki profesi yang sama, yakni pengajar. RI guru mata pelajaran mesin otomotif, dan RJ adalah guru bahasa Inggris. Keduanya bekerja di sebuah SMK swasta di Purwakarta," katanya.

Meski demikian saksi RJ tidak mengetahui bahwa kali itu dia direkam saat sedang berbuat asusila. "Jadi tersangka merekam RI secara diam-diam, sehingga tidak disadari oleh saksi RI. Hanya saja karena hubungan mereka kandas makanya RI merasa sakit hati dan menyebarkan video tersebut," katanya.

Akibat sakit hati tersebut maka RI sengaja menyebarkan video ke sebuah forum grup di Facebook karena tidak rela dan sakit hati hubungan mereka putus. Tak disangka, video tersebar luas hingga diunggah oleh salah satu akun anonim Twitter sekira tanggal 14 September 2019.

Akibat perbuatannya tersebut maka RI dijerat pasal 45 Ayat 1 Jo Pasal 27 Ayat 1 UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan terhadap UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 14 ayat 1 dan Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Sementara hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp 2 miliar.

UNGGAHAN video porno berlatar balas dendam makin marak.*/ANTARA

Pakaian dalam wanita

Semen‎tara barang bukti yang diamankan adalah 1 stel pakaian seragam ASN, 1 stel pakaian dalam wanita, 1 unit ponsel Xiaomi Redmi 6 gold, 1 micro SD, 1 akun google drive ‎dan satu unit kendaraan roda 4 toyota Twincam warna putih.

Terpisah Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat memastikan dua pelaku asusila tersebut masih berstatus honorer.

Kepala BKD Pemprov Jabar Yerry Januar mengaku sudah melakukan pendalaman kasus video asusila tersebut bersama Polda Jabar."Sudah dipastikan yang kemarin itu bukan PNS. Tetapi guru honorer swasta di SMK Purwakarta," kata dia.

Disinggung mengenai seragam ASN yang digunakan oleh pemeran, ia mengatakan bahwa sebetulnya dalam aturan tidak diperbolehkan guru honorer swasta mengenakan baju seragam ASN.

Hanya saja, pihaknya memilih menggunakan pendekatan kedisiplinan. Untuk itu, alasan mengapa pemeran mengenakan seragam ASN diserahkan kepada pihak polisi untuk didalami. "Kita hanya pendekatan dari kedisiplinan kalau ASN. Tapi kalau swasta (bukan ASN) itu ranah polisi," ucap dia.

Langkah selanjutnya, BKD segera melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk meminta penjelasan kepada SMK yang bersangkutan untuk mengetahui sistem rekrutmen pegawai honorer. Selain itu, Pemerintah Provinsi segera menerbitkan surat disiplin. "Kita akan buat surat edaran terkait kedisiplinan, integritas ASN ke depannya," ucapnya.‎ ***

Bagikan: