Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Angin Puting Beliung Menerjang Kampung Nyalindung

Ririn Nur Febriani
ILUSTRASI angin puting beliung.*/DOK. PR
ILUSTRASI angin puting beliung.*/DOK. PR

CIMAHI, (PR).- Sedikitnya 3 unit rumah mengalami kerusakan diterjang angin puting beliung di Kampung Nyalindung RT 6 RW 5 Kel. Citeureup Kec. Cimahi Utara Kota Cimahi, Jumat 20 September 2019. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, warga langsung bergotong-royong melakukan perbaikan sementara bangunan yang rusak.

Informasi di lapangan, angin puting beliung itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Angin muncul seketika, bagian atap rumah warga berterbangan. Rumah yang mengalami kerusakan milik Akin (64), Warsih (39) dan Asep Tony (42). Bagian rumah rusak terutama atap bangunan yang memakai bahan asbes, termasuk atap kolam pancing disamping rumah Akin ikut terbang tersapu angin.

Akin mengatakan, dirinya kaget mendengar suara keras dari atap rumah. "Tadi bapak lagi tidur, kaget tiba-tiba ada angin besar dan kelihatan atap rumah ada yang terbang," ujarnya.

Atap yang terbang jatuh ke area lahan kosong. "Untungnya gentingnya gak nimpa ke dalam rumah, kalau nimpa kayaknya bakal kena saya," katanya.
Asep Tony (42), pemilik rumah yang rusak menuturkan, saat kejadian ia tengah menonton televisi di dalam rumah.

"Ada angin berputar kencang, terus liat asbes rumah pada keangkat sama angin. Ini baru pertama kali," ujarnya.

Dia langsung mengamankan keluarganya agar tidak tertimpa puing atap yang melayang tertiup angin. "Atap saja yang rusak," tuturnya. 

Atap terbang

Sementara rumah milik Warsih (39), bagian atap kamar mandi yang terbang. "Pas dengar suara kencang,  langsung keluar rumah. Ada asbes sama kaca jatuh. Yang rusak atap bagian kamar mandi sama kaca di ruang tamu," terangnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi menyatakan tengah melakukan assesment terhadap dampak bencana angin puting beliung di Kampung Nyalindung RT 6 RW 5 Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi. Petugas turun ke lapangan membantu warga melakukan perbaikam sementara dan assessment dampak bencana.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Cimahi Ivan Yuda Wibawa mengatakan, kecepatan angin diperkirakan berkekuatan 30-50 km/jam dengan durasi kurang dari 10 menit. 

"Tadi itu perkiraan kecepatan angin sekitar 50 km per jam, durasinya kurang dari 10 menit. Kita masih assesment," ujarnya.

Untuk penanganan sementara, pihaknya menyerahkan bantuan berupa terpal untuk menutupi rumah warga yang terdampak angin puting beliung tersebut. "Kita siapkan 6 terpal berukuran 4x6 meter untuk menutup bagian rumah yang rusak sebagai penanganan sementara. Ada juga air mineral kita salurkan," terangnya.

Walaupun kondisi rumah rusak, namun masih bisa ditempati korban yang jumlahnya 3 KK sebanyak 13 jiwa. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian warga belum bisa ditaksir.

Waspada

Berita sebelumnya, berdasarkan perkiraan BMKG awal musim hujan akan dimulai pada November 2019. Masyarakat diminta waspada pada peralihan musim karena berpotensi terjadi kondisi cuaca ekstrem.

Kepala Stasiun Geofisika Bandung Tony Agus Wijaya mengatakan, kondisi cuaca ekstrem yang bisa terjadi pada musim peralihan diantaranya turun hujan lebat disertai angin kencang, hujan es, hingga angin puting beliung atau hujan es.
 
Angin puting beliung berupa angin kencang yang berputar keluar dari awan cumulonimbus dengan kecepatan angin tinggi lebih dari 34,8 Knot atau 64,4 km per jam dan biasanya hanya berputar di wilayah lokal dengan durasi singkat.

Hal ini terjadi akibat adanya perbedaan tekanan sangat besar dalam area skala sangat lokal yang terjadi di bawah atau di sekitar awan kumulonimbus. 
“Dengan jenis hujan yang bervariasi, dari yang ringan hingga lebat. Selain itu, kondisi awan sangat dinamis dan singkat,” ujarnya.

Tidak semua awan cumulonimbus berpotensi menjadi cuaca ekstrem. Hal itu didasarkan pada suhu permukaan di suatu lokasi yang sangat beragam dan mudah berubah.

BMKG selalu menyampaikan informasi peringatan dini cuaca ekstrem. Karena itu, masyarakat diharapkan hanya mengakses informasi dari sumber yang valid. ***

Bagikan: