Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 20 ° C

Pelaksanaan Pilkades di Kecamatan Ibun Paling Keren

Tim Pikiran Rakyat
SEBANYAK25 calon kepala desa di delapan desa di Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung melaksanakan deklarasi kampanye damai.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA
SEBANYAK25 calon kepala desa di delapan desa di Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung melaksanakan deklarasi kampanye damai.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA

SOREANG, (PR).- Sebanyak 25 calon kepala desa di delapan desa di Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung melaksanakan deklarasi kampanye damai jelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) di GOR Desa Lampegan Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, Kamis 19 September 2019. 

Beberapa waktu sebelumnya, para calon kepala desa dan disaksikan jajaran Muspika Ibun melaksanakan penandatanganan fakta integritas pada pelaksanaan pilkades serentak 26 Oktober 2019. 

Pada deklarasi kampanye damai itu terungkap, puluhan calon kepala desa menyatakan tidak melakukan money politik, intimidasi, kampanye negatif. 

Selain itu mereka menyatakan para  tim sukses untuk sama-sama menciptakan situasi aman tertib agar terhindar dari benturan dan bentrok massa antarpendukung. Selain itu, mereka siap menang dan kalah dan tidak akan menuntut, selama pelaksanaan pilkades adil jujur bebas dan rahasia. Apabila melanggar, pihaknya siap menerima sanksi hukum dan diskualifikasi dari pencalonan kepala desa. 

Camat Ibun Adjat Sudradjat mengatakan, pelaksanaan pilkades sekarang ini sangat berbeda dengan pilkades terdahulu. "Pilkades sekarang dengan turunnya perda dan  perbub 2019, dan pembentukan panitia pilkades berdasarkan perda banyak celah hukum dalam kepanitian. Contoh kecil Kecamatan Rancaekek, kades sudah dua tahun menjabat dan kalah di-PTUN dan sekarang langsung diganti," kata Adjat.

Jangan saling menjelekkan

Ia mengatakan, kesalahan fatal dari panitia dan panwas bisa berujung proses hukum. Karena itu, para calon kepala desa jauh-jauh hari di  Kecamatan Ibun membuat fakta integritas. "Supaya pilkades di Kecamatan Ibun aman, damai, sejuk dan kondusif, karena tak mau pasca pilkades ada persoalan lain," tandas Adjat.

Camat meminta kepada semua calon kepala desa jangan saling menjelekkan di antara calon kepala desa (kades). "Jangan saling menekan di antara calon kades. Sebab tak ada manusia idealis di dunia. Yang idealis ada dua, pertama manusia belum lahir dan sudah meninggal dunia. Tolong jangan saling menjelekkan. Silahkan berjuang habis-habisan, tapi jangan menjelekkan. Dengan catatan berjuang dengan cantik," paparnya. 

Adjat mengatakan, berbicara politik jauh dari agama, dan realitanya ada dan pelaksanaan jauh dari kenyataan. "Licik,  cilimit, curang dan jahat, itu politik. Politik itu dibodohi, dibibita, dibohongan dan diberi. Jadi jauh berseberangan. Pengendalian harus betul-betul, baik tim sukses maupun  calon kepala desa," katanya.

"Pelaksanaan pilkades ini, saya berharap panitia pilkades  jangan main-main birokrasi pilkades. Laksanakan secara normatif dan jangan membuat persoalan. Panwas laksanakan tufoksinya secara normatif," imbuhnya. 

Ia meminta kepada para tokoh masyarakat dan ormas untuk membantu menciptakan pilkades yang aman, damai dan sejuk. Memgingat kemenangan kades bisa digugat, dan masuk ke PTUN. "Jangan sampai di Kecamatan Ibun ada masalah. Itu saya titip," katanya.

null

Kondusif dan sejuk

Kapolsek Ibun Iptu Carsono menuturkan, deklarasi kampanye damai ini sebuah momen di Kecamatan Ibun. Ia berharap momen ini menjadi pintu masuk pada pelaksanaan pilkades dapat berjalan aman, damai, kondusif dan sejuk. 

"Kecamatan Ibun paling keren karena tidak ada permasalahan. Ini berkat para calon kades, tim sukses, dan sejumlah pihak lainnya," kata Carsono kepada wartawan Galamedia, Engkos Kosasih.

Carsono melihat pelaksanaan tahapan pilkades di desa lain sempat terjadi persoalan, sehingga petugas keamanan dari Polri dan TNI turut mengamakan guna cipta kondisi. 

"Persoalan itu akibat ketidakjujuran panitia. Alhandulilkah, di Kecamatan Ibun, Panwas dan panitia pemilihan kepala desa (P2KD) berjalan baik," tuturnya. 

Untuk menciptakan pilkades aman, damai dan sejuk, kata Carsono, pihaknya selalu berkomunikasi dan kolaborasi dengan Forkompincam Ibun. Bahkan, dalam waktu dekat akan mengunjungi para calon kades. Dengan maksud memberikan semangat moril. 

"Kami sudah mengagas pembuatan film berkaitan dengan pilkades. Filmnya, bermimpi menjadi kepala desa. Jangan sampai ada kemarahan dan ketersinggungan dari para calon kepala desa. Semata-mata memnerikan pesan moral. Yang penting pilkades di Kecamatan Ibun aman, damai, sejuk dan sukses tanpa ekses," katanya. 

Contoh demokrasi

Danramil Paseh-Ibun Kapten Inf Asep Sukandar mengharapkan, para calon dan pendukungnya menjadi contoh dalam berdemokrasi. Mengingat, pilkades akan dilaksanakan secara berkesinambunhan atau terus-menerus.

"Yang terpilih (calon kades) oleh masyarakat, para calon kades yang belum terpilih harus menerimanya," katanya.

Ia mengajak kepada sejumlah pihak, para calon kepala desa, para pendukung dan masyarakat lainnya untuk mensukseskan pilkades serentak.  "Para calon siap menang dan kalah. Terutama yang kalah harus legowo," katanya. 

Kanit Binmas Polsek Ibun Aiptu Nunuh Sutisna menyatakan, dalam pelaksanaan pilkades ini berlangsung unik dan berbeda dengan pilpres. Pasalnya, yang dicalonkan dan memilih warga setempat di masing-masing desa.

"Kami berharap tidak terjadi gesekan di antara masyarakat. Untuk tetap menjaga pelaksanaan pilkades tetap aman, damai dan sejuk," harapnya.

Panwas Pilkades se-Kecamatan Ibun menyatakan diri untuk menjaga netralitas dalam pelaksanaan pilkades di delapan desa di Kecamatan Ibun. Panwas mengimbau kepada sejumlah pihak dalam melaksanakan pilkades langsung umum bebas dan rahasia.***
 

Bagikan: