Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32 ° C

BEM Unpas Unjuk Rasa Mengkritisi 1 Tahun Ridwan-Uu

Novianti Nurulliah
PULUHAN  mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pasundan (BEM Unpas) berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Kamis 19 September 2019, sekitar pukul 13.30. Mereka mengkritisi satu tahun kepemimpinan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum.*/ NOVIANTI NURULLIAH/PR
PULUHAN mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pasundan (BEM Unpas) berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Kamis 19 September 2019, sekitar pukul 13.30. Mereka mengkritisi satu tahun kepemimpinan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum.*/ NOVIANTI NURULLIAH/PR

BANDUNG, (PR). - Puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pasundan (BEM Unpas) berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Kamis 19 September 2019, sekitar pukul 13.30. Mereka mengkritisi satu tahun kepemimpinan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum, di antaranya terkait  masalah pendidikan dan ketenagakerjaan.

Dalam poster yang dibentangkan demonstran meminta pemerintah "Bongkar Penunggang Gelap PPDB Online Jawa Barat #JABARBELUMJUARA", “Jabar Juara Pengangguran”, “Di Mana Wakil Gubernur Jawa Barat”, dan “Evaluasi 1 Tahun Kepemimpinan RK-Uu”

Mahasiswa yang semula berdemo di depan Gedung Sate, berpindah membentuk lingkaran di Jalan Diponegoro. Alhasil polisi pun mengadakan pengalihan arus lalu lintas, jalur di depan Gedung Sate ditutup sementara. Kemudian mereka kembali menghampiri gerbang Gedung Sate dan mencoba merangsek gerbang namun masih bisa dikendalikan oleh aparat.

Mereka meminta Ridwan maupun Uu keluar Gedung Sate, namun saat itu kedua pemimpin Jabar itu tengah ada di luar kota

Rajo Galang, Kordinator aksi mengatakan, mereka menilai kinerja kepemimpinan Ridwan-Uu selama satu tahun ini tidak memiliki indikator capaian yang jelas. Mereka menilai janji politik mereka hanya wacana.

"Kami kaji visi misi Jabar Juara, apa parameter indikator selama satu satu tahun ini. Kami kontrol kebijakan RK, pembangunan di daerah Jabar hari ini nihil. Janji politik wacana, jangan dibodohi dengan medsos dan IG (instagram) RK yang berhasil menggiring opini tapi mana hasilnya," kata dia.

Menurut dia, masalah pendidikan masih perlu dibenahi, begitu pula masalah pengangguran di Jabar yang ujung-ujungnya karena sistem pendidikan di Jabar.

"Guru juara? Guru honorer saja upahnya ada gaji mati dan gaji hidup. Timbulnya pengangguran dan kemiskinan dari pendidikan, " kata dia. ***

 

Bagikan: