Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32.8 ° C

Warga Tagih Janji Kampanye Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum

Ecep Sukirman
RIDWAN Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum/ANTARA
RIDWAN Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Warga masih menagih janji pasangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum untuk memperbaiki kesejahteraan. Warga menilai program dan janji saat kampanye Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum terlalu banyak dan belum dijalankan secara fokus.

Direktur Eksekutif Instrat Jalu Pradhono mengatakan, harapan adanya upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat ini terungkap dari temuan penelitian yang dilakukan pihaknya pada Agustus 2019. Bahkan, lanjut Jalu, selain mengharapkan adanya peningkatan kesejahteraan, warga pun menilai terkait ketersediaan lapangan pekerjaan dan harga kebutuhan bahan pokok masih menjadi isu yang belum mampu ditangani secara memuaskan.

“Perbaikan tingkat kesejahteraan berada top of mind responden dari penelitian yang kami lakukan tersebut. Temuan itu kami tanyakan kepada responden tentang janji kampanye (Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum) yang masih diingat responden,” ujar Jalu saat menggelar konferensi pers di Bandung, Selasa, 17 September 2019.

Terkait program kerja yang paling beroleh sorotan masyarakat, kata Jalu, responden menyebut Desa Digital ketika ditanya program Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum apa yang paling diingat. Selain itu, Jabar Quick Response dan Kredit Mesra juga masuk dalam 3 Besar program kerja Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum yang paling diingat.

Terkait temuan itu, lanjut Jalu, pada masa kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum ini harus lebih memfokuskan program unggulan yang diungkapkan pada saat kampanye dulu. Sebab, kata dia, masyarakat mengaku tidak mengetahui lebih rinci mengenai apa saja program kerja dari Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum ini. “Yang perlu difokuskan pada tiga isu sentral tadi, yakni kesejahteraan, lapangan pekerjaan, dan kebutuhan pokok,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Jalu menambahkan, kepuasan warga ditujukan kepada penanganan kerukunan beragama, bencana alam, kebebasan, dan pendidikan. Keempat isu tersebut dianggap puas oleh 66 persen, 61 persen, 61 persen, dan 59 persen responden.

Masih dikatakan Jalu, masyarakat umumnya bangga dan bahagia menjadi bagian dari sebagai warga Jawa Barat. Hal itu terungkap dalam penelitian mengenai persepsi warga Jawa Barat terkait pencapaian pembangunan di Jawa Barat dan usai suksesi kepemimpinan di Jawa Barat. Penelitian diselenggarakan lembaga survei Instrat.

“Sebanyak 91 persen warga mengaku bangga sebagai warga Jawa Barat. Hanya 5 persen yang tidak bangga, dan 4 persen menjawab tidak tahu. Demikian juga dengan aspek kebahagiaan. Sebanyak 90 persen warga bahagia, hanya 5 persen yang mengaku tidak bahagia, dan 4 persen menjawab tidak tahu

Dijelaskan Jalu, penelitian data untuk keperluan penelitian itu dilakukan pada 20-26 Agustus 2019 dengan metode multistage random sampling, berbasis data dasar penduduk, proporsional hingga level kota/kabupaten. “Area survei meliputi 94 desa/kelurahan dari total 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dengan total responden 405 orang dan margin error dalam kisaran 5 persen,” ujar dia.

Dalam hal perubahan yang terjadi dibandingkan pemerintahan sebelumnya, kata Jalu, sebanyak 63 persen warga menilai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum membuat perubahan yang lebih baik. Hanya 6 persen yang menilai pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum lebih buruk, dan 31 persen warga menjawab tidak.

"Pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum juga dinilai lebih responsif dibanding pemerintahan provinsi Jawa Barat periode sebelumnya,” kata dia.

Sebanyak 60 persen warga menilai pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum lebih responsif. Sebanyak 7 persen yang menilai tidak responsif, dan 33 persen menjawab tidak tahu.

Warga menilai pemerintah provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum sudah semakin inovatif dengan 66 persen warga menjawab sudah inovatif, hanya 7 persen menjawab tidak inovatif, dan 27 persen menjawab tidak tahu.

"Meski demikian, pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum masih perlu memperbaiki pola koordinasi pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota. Sebanyak 47 persen warga menilai Pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum sudah berkordinasi dengan baik, 12 persen warga menilai belum berkoordinasi dengan baik, dan sebanyak 41 persen warga menjawab tidak tahu," tutur dia.

Sementara itu, Direktur Riset Voxpol Indonesia, Ahmad Fahli mengatakan, hasil penelitian yang dilakukan Instrat ini merupakan penelitian yang menggunakan metodelogi penelitian. Dengan demikian, hasil penelitian ini secara garis besar bisa dipertanggungjawabkan.

“Riset itu bersifat ilmiah dan dilakukan menggunakan metodeloginya. Dari total responden dalam survei yang dilakukan Instrat ini, dianggap mampu mewakili keinginan seluruh warga Jawa Barat,” ujar dia.***

Bagikan: