Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

Tiga Bulan Terakhir, Penyebab Kebakaran di Kabupaten Bandung Didominasi Unsur Sengaja

Sarnapi
SISA kebakaran lahan beberapa waktu lalu yang tak jauh dari pemukiman warga di Kampung Pasir Paros, Desa Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat 13 September 2019.*/ADE MAMAD/PR
SISA kebakaran lahan beberapa waktu lalu yang tak jauh dari pemukiman warga di Kampung Pasir Paros, Desa Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat 13 September 2019.*/ADE MAMAD/PR

SOREANG,(PR).- Bencana kebakaran di Kabupaten Bandung dari Juni sampai September ini lebih banyak didominasi kebakaran ilalang yang merembet ke areal hutan dan permukiman. Diduga, penyebab kebakaran lahan ini akibat disengaja masyarakat untuk pembakaran sampah maupun semak.

"Kebakaran semak belukar sudah merembet ke areal hutan dan pemukiman warga akibat musim kemarau yang panjang. Faktor lainnya akibat ada orang yang membakar sampah, dedaunan kering atau membuang puntung rokok lalu terkena ilalang," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung, Kawaluddin, di ruang kerjanya, Selasa, 17 September 2019. 

Didampingi Kabid Pemadam, Iwan DJ, lebih jauh Kamaluddin menyatakan, sampai pertengahan September ini sudah terjadi 33 kali kebakaran ilalang. "Lokasi kebakaran ilalang tersebar mulai dari Kecamatan Paseh, Pameungpeuk, Rancabali, Margaasih, dan lain-lain. Karena musim kemarau sehingga ilalang atau semak belukar dalam kondisi kering yang mudah terbakar," katanya.

Sedangkan pada Agustus lalu, kata Kawaluddin, jumlah kebakaran ilalang mencapai 35 kasus. "Kasus kebakaran ilalang terus meningkat setiap bulannya. Pada Juni hanya ada empat kebakaran ilalang, Juli naik lagi menjadi 14 kasus, Agustus naik sampai 35 kebakaran dan baru dua Minggu di September ini sudah 33 kasus," katanya.

Kebakaran paling besar menimpa semak belukar dan pepohonan di kawasan hutan tak jauh dari kawasan wisata Kawah Putih, Rancabali, dari Kamis sampai Sabtu, 12 hingga 14 September 2019. 

"Kami sebatas mendukung pemadaman api ini dengan mengirimkan tim bekerja sama dengan Perhutani dan BPBD Kabupaten Bandung," katanya 

Sampai Oktober

Dengan banyaknya kasus kebakaran ilalang, kata Kawaluddin, sehingga Kabupaten Bandung paling banyak memiliki titik api dari data Stasiun BMKG Kertajati. "Diperkirakan kebakaran ilalang ini sampai Oktober karena musim penghujan diperkirakan baru akan datang sekitar pertengahan Oktober nanti," katanya 

Dia mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai potensi kebakaran yang sangat tinggi di musim kemarau ini.

"Masyarakat jangan membakar sampah, dedaunan atau ilalang sembarangan. Jaga juga rumah sebab mudah sekali terjadi kebakaran terutama arus pendek listrik atau kompor. Kalau sudah membakar sampah lebih baik bekas pembakarannya dimatikan," ucapnya.***

Bagikan: