Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32 ° C

Minim Pembinaan, Gerakan Literasi Krisis SDM

Cecep Wijaya Sari
TAMAN Baca Masyarakat.*/DOK PR
TAMAN Baca Masyarakat.*/DOK PR

NGAMPRAH, (PR).- Gerakan literasi di Kabupaten Bandung Barat saat ini masih terkendala sumber daya manusia. Minimnya pembinaan dari pemerintah daerah membuat minimnya relawan militan dalam membangkitkan budaya literasi di tengah masyarakat.

Penasehat Forum Taman Baca Masyarakat KBB Wildan Awaludin mengungkapkan, keberadaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Bandung Barat mengalami pasang surut sejak tahun 2010. Dari puluhan TBM yang berdiri, hanya beberapa saja yang aktif sampai sekarang lantaran berbagai kendala, termasuk biaya operasional dan minimnya pembinaan.

"Saat ini, memang para relawan yang aktif cukup militan kendati tidak ada biaya operasional. Namun, jumlahnya belum cukup dari ideal jika memang ingin gerakan literasi berkembang," ujarnya, Senin, 16 September 2019. 

Dia menuturkan, keberadaan SDM atau relawan TBM sangat dibutuhkan guna berlangsungnya kegiatan operasional, sebagai upaya untuk membangkitkan budaya literasi. Akan tetapi, minimnya pembinaan dari pemerintah daerah membuat mereka tidak aktif lagi mengelola TBM.

Padahal, menurut dia, TBM sudah dibangun sejak 2010 dengan membangun jejaring secara mandiri. Dengan komunikasi sesama pengelola TBM di berbagai daerah, sejumlah TBM di Bandung Barat berdiri dan cukup membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan literasi masyarakat.

Wildan mengungkapkan, dukungan pemerintah daerah dibutuhkan terutama untuk membina para SDM di sejumlah TBM yang aktif saat ini. "Apalagi, ada aturan soal Dana Desa di setiap pemerintah desa yang bisa mengalokasikan dana tersebut untuk kegiatan perpustakaan desa dan TBM. Tapi, realisasinya tidak ada," katanya.

Tidak merata

Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah KBB Rahadian Setiady mengakui, tidak semua TBM mendapatkan pembinaan. Akan tetapi, hal itu tidak berarti bahwa minat baca masyarakat menurun.

"Minat baca terus meningkat. Sebab selain dibantu TBM, gerakan literasi juga dibantu sejumlah perpustakaan desa," ujarnya.

Meski demikian, dia tak memungkiri, secara keseluruhan minat baca masyarakat masih rendah. Hal itu tidak hanya terjadi di KBB, tetapi juga terjadi secara nasional.

"Keberadaan TBM dan perpustakaan desa ini cukup efektif meningkatkan minat baca masyarakat. Namun, harus diakui, bantuan memang belum banyak diberikan karena anggaran terbatas," katanya.***

Bagikan: