Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Dua Pekan, 24 Tersangka Narkoba Ditangkap di Bandung

Joko Pambudi
KAPOLRESTABES Bandung Kombes Pol Irman Sugema (tengah) menunjukkan barang bukti di Mapolrestabes Bandung, Selasa, 17 September 2019.*/JOKO PAMBUDI/PR
KAPOLRESTABES Bandung Kombes Pol Irman Sugema (tengah) menunjukkan barang bukti di Mapolrestabes Bandung, Selasa, 17 September 2019.*/JOKO PAMBUDI/PR

BANDUNG, (PR).- Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung menangkap 24 tersangka, berkaitan dengan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Sedikitnya 416,03 gram sabu serta 12,25 gram ganja diamankan sebagai barang bukti.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema menuturkan, pada praktiknya para tersangka ini menggunakan sejumlah cara berbeda dalam mengedarkan narkoba. 

"Modusnya dengan sistem tempel di lokasi yang sudah ditentukan oleh pengendali, transaksi langsung antara kurir dengan konsumen, ada juga dengan menggunakan jasa pengiriman," ujar Irman, didampingi Kasat Reserse Narkoba AKBP Irfan Nurmansyah di Mapolrestabes Bandung, Selasa, 17 September 2019.

Dia mengatakan, seluruh tersangka ditangkap di lokasi dan waktu berbeda. Dari 24 tersangka yang ditangkap, 22 adalah pria dan 2 wanita.

Selain barang bukti berupa 416,03 gram sabu serta 12,25 gram ganja, petugas juga mengamankan sejumlah alat konsumsi berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba, seperti bong atau alat hisap, korek api, pipet, serta sejumlah ponsel. Barang bukti itu disita dari pengungkapan 21 kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

Dari kasus tersebut, salah satunya berkaitan dengan penangkapan seorang pria berinisial HI. "Yang bersangkutan berperan sebagai kurir dalam jaringan antar provinsi yaitu Jakarta, Bandung dan Yogyakarta dan mengaku sudah dua kali melakukan pengiriman sabu ke wilayah Bandung dan sekitarnya," ujarnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka, untuk sekali pengiriman dia mendapatkan upah Rp 10 juta. Saat penangkapan tersebut, petugas mendapati narkoba jenis sabu sebanyak 381,34 gram sebagai barang bukti.

Saat ini, petugas masih melakukan pengembangan atas kasus yang sudah diungkap. Pengedar dipersangkakan melanggar pasal 114 UURI nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan pidana denda sebesar minimal 1 miliar maksimal 10 miliar. Bagi para pengguna dipersangkakan melanggar pasal 112 Jo pasal 127 UURI nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda minimal 800 juta maksimal 8 miliar. 

Dalam kurun waktu yang sama, operasi juga dilakukan terhadap peredaran ilegal minuman beralkohol. Dari sejumlah tempat, diamankan 385 botol minuman beralkohol pabrikan, 865 botol minuman beralkohol oplosan, serta 12 jerigen tuak.***

Bagikan: