Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

Ponpes Maaul Huda Gratiskan Masyarakat Ikuti Diklat di BLK Komunitas

Tim Pikiran Rakyat
PONDOK Pesantren (Ponpes) Maaul Huda kini memiliki gedung pendidikan dan latihan (diklat) balai latihan kerja (BLK) Komunitas.*/ISTIMEWA
PONDOK Pesantren (Ponpes) Maaul Huda kini memiliki gedung pendidikan dan latihan (diklat) balai latihan kerja (BLK) Komunitas.*/ISTIMEWA

SOREANG, (PR).- Bangunan berukuran 14 x 10 meter berdiri kokoh pada lahan wakaf seluas 17 x 14 meter di Kampung Cibuntu Hilir RT 01/RW 06 Desa Karya Laksana Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung.
 
Bangunan itu satu dari 1.000 bangunan untuk pendidikan dan pelatihan (diklat) "workshop teknologi informasi" yang berasal dari bantuan pemerintah pusat dalam program balai latihan kerja (BLK) komunitas. 

Realisasi pembangunan di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Maaul Huda itu tidak lepas dari peranan Anggota DPR RI H. Dede Yusuf M. Effendi dalam membantu fasilitas pendidikan untuk para santri dan masyarakat umum di lingkunhan ponpes. 

"Alhamdulillah, tahun ini 2019, Ponpes Maaul Huda memiliki bangunan megah untuk kegiatan workshop teknologi informasi BLK komunitas. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan pusat (Presiden Joko Widodo) dan Pak Dede Yusuf yang sudah membantu pendirian bangunan tersebut," kata Pimpinan Ponpes Maaul Huda Ustaz Jajang Abdul Maulana, S.Pdi., Senin 16 september 2019.

Menurutnya, bangunan BLK komunitas itu dibangun dengan anggaran Rp 1 miliar. Untuk pembangunan fisik Rp 500 juta dan peralatan komputer, melebeler, dan kebutuhan lainnya Rp 500 juta.

"Mendirikan bangunan workshop teknologi informasi ini merupakan bantuan program BLK komunitas se-Indonesia pada 2019," kata Jajang kepada wartawan Galamedia, Engkos Kosasih.

Pendampingan

Dalam pelaksanaan pembangunan gedung workshop itu mendapat pendampingan langsung dari Tim Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI. "Setiap hasil pekerjaan pembangunan gedung BLK itu, dalam setiap minggunya kita terus melaporkannya. Saat ini, pembangunannya sudah  rampung 100 persen," ujarnya.

Jajang berharap, pembangunan gedung BLK komunitas itu difungsikan untuk sarana dan fasilitas pendidikan dan latihan para santri di lingkungan ponpes. 

"Harapannya, santri mendapatkan keahlian selama berada di ponpes. Minimal, mereka pulang ke rumah memiliki keahlian dan siap kerja," ucapnya.

Dikatakan Jajang, tenaga pengajar yang akan disiapkan nanti, tidak hanya dalam bidang komputerisasi saja. Melainkan, pihak BLK akan menyiapkan pelatihan dalam bidang pertanian dan perikanan.

"Komputernya sudah ada, dan kini menunggu meja komputernya. Dalam waktu dekat, fasilitas BLK itu bisa segera digunakan, minimal pada Oktober mendatang," tambahnya.

Tanpa biaya

Ia mengatakan, fasilitas BLK itu, lebih diprioritaskan untuk para santri di lingkungan ponpes yang mencapai 150 orang tersebut. 

"Tetapi masyarakat umum juga bisa mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) di BLK tersebut tanpa dipungut biaya alias gratis," ungkapnya.

Namun untuk tahap pertama pelatihan, ia mengatakan, para santri akan dibekali pendidikan desain grafis dengan fasilitas komputer yang ada. 

"Kita juga turut mengajak warga lainnya yang mau ikut dalam pendidikan ini. Warga tinggal datang. Selain tak dipungut biaya, kita juga menyediakan konsumsi atau makanan," tuturnya. 

Jajang berharap, dengan adanya fasilitas BLK yang melibatkan masyarakat umum ini dapat membangkitkan semangat mereka untuk mengaji atau membaca alquran.
"Siapa tahu warga dengan sering datang ke ponpes, semakin tertarik untuk mengaji. Apalagi pemerintah menerapkan program magrib mengaji," ucapnya. 

Jajang juga turut mengisahkan, sebelumnya pendidikan di ponpes kurang mendapatkan perhatian pemerintah. Saat ini, pemerintah fokus pada pendidikan di lingkungan ponpes.

"Hal ini dibuktikan dengan adanya bantuan program BLK komunitas untuk 1000 ponpes di Indonesia, di antaranya Ponpes Maaul Huda turut merasakan bantuan pemerintah tersebut," katanya kepada wartawan Galamedia, Engkos Kosasih. 

Ia berharap, dengan adanya bantuan program BLK komunitas ini dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM), khususnya para santri. "Kami berharap, setelah mengikuti pendidikan di ponpes, baik para santri maupun masyarakat umum dapat menciptakan lapangan kerja atau memiliki usaha baru dalam desain grafis, petenakan maupun pertanian," pungkasnya.***

Bagikan: