Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32.8 ° C

Menuju Geopark Nasional, Fasilitas di Stone Garden Akan Diperbaiki

Cecep Wijaya Sari
BUPATI Bandung Barat Aa Umbara Sutinsa berfoto bersama sambil memegang spanduk Lomba Literasi Wisat di objek wisata Stone Garden, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Minggu, 15 September 2019.*/CECEP WIJAYA SARI/PR
BUPATI Bandung Barat Aa Umbara Sutinsa berfoto bersama sambil memegang spanduk Lomba Literasi Wisat di objek wisata Stone Garden, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Minggu, 15 September 2019.*/CECEP WIJAYA SARI/PR

NGAMPRAH, (PR).- Jalan untuk menjadikan objek wisata Stone Garden yang merupakan bagian dari Kars Rajamandala menjadi geopark nasional, semakin dekat. Hal ini setelah adanya komitmen dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperbaiki berbagai fasilitas di objek wisata tersebut.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Milangkala ke-5 Stone Garden di lokasi objek wisata tersebut, di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Minggu, 15 September 2019.

Menurut Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, kehadiran Pemprov Jabar menguatkan jalan bagi objek wisata tersebut menjadi bagian dari geopark nasional. "Stone Garden merupakan salah satu objek wisata yang akan dikembangkan pada 2020 nanti. Kehadiran Pemprov Jabar tentunya menjadi pendorong bagi kami untuk mengembangkan destinasi wisata ini," ujar Umbara.

Selanjutnya, dia mengungkapkan, pihaknya akan menginventarisasi lahan masyarakat di objek wisata tersebut untuk dibebaskan. Hal itu dibutuhkan agar pengembangan objek wisata tersebut bisa lebih optimal.

Dengan luas lahan sekitar 30 hektare, dia optimistis Stone Garden dan Indiana Camp bisa menjadi objek wisata unggulan di Jawa Barat, bahkan nasional.

Angin segar

Ketua Kelompok Sadar Wisata Pasir Pawon Sukmayadi Suwerna selaku pengelola Stone Garden mengungkapkan, kehadiran Pemkab Bandung Barat dan Pemprov Jabar dalam kegiatan Milangkala ke-5 kemarin menjadi angin segar. Apalagi, mereka berkomitmen untuk memperbaiki fasilitas di Stone Garden sebagai upaya menjadikannya sebagai geopark nasional pada tahun depan.

"Alhamdulillah, pemerintah daerah berjanji untuk memperbaiki berbagi fasilitas seperti akses jalan masuk dan ketersediaan air bersih. Ini kabar baik bagi kami, sebab hal ini juga membuktikan keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan objek wisata ini," tuturnya.

BUPATI Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (kedua kiri) meninjau lokasi Stone Garden di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat,Kabupaten Bandung Barat, Minggu, 15 September 2019.*/CECEP WIJAYA SARI/PR

Selain itu, dia menambahkan, kegiatan rutin gelaran seni dan budaya di Stone Garden juga mendapatkan apresiasi dan dukungan dari pemerintah daerah. Bahkan, festival budaya akan digelar di Stone Garden sebagai agenda tahunan.

"Kegiatan seni dan budaya memang menjadi salah satu faktor penarik wisatawan yang berkunjung ke sini. Jadi, kami senang jika hal ini mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah," ujarnya.

Mengajak masyarakat

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, juga digelar Lomba Literasi Wisata. Ketua panitia lomba, Mardiah Alkaff mengungkapkan, lomba tersebut melibatkan para pelajar mulai dari tingkat TK, SD, dan SMP hingga pengelola TBM.

Panitia berharap agar kegiatan ini dapat membangun kepedulian terhadap  alam dan cinta lingkungan yang dituangkan dalam tulisan atau puisi.

“Selain itu, pada kegiatan ini kami mengajak peserta dan masyarakat untuk menyadari penggunaan botol plastik bekas yang sangat berbahaya bagi kelestarian ekosistem laut.   

Relawan pelajar dan mahasiswa mengajak siswa SD dan SMP untuk memanfaatkan botol plastik bekas hingga bermanfaat. Peserta juga diajak untuk bisa menjadikan botol plastik sebagai media untuk mengembangkan bakat melukis,” tuturnya.

Dia juga menuturkan, lomba kali ini merupakan yang pertama dan akan terus dilaksanakan secara rutin. Hal ini sangat penting demi menyiapkan anak-anak dan remaja desa serta masyarakat luas memiliki kebiasaan membaca yang tinggi.

"Sehingga harapan kami, mereka akan mampu mengelola daerahnya melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat,” ujar Mardiah yang juga perintis gerakan Literasi Cinta Desa ini.***

Bagikan: