Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Sedikit awan, 20.1 ° C

Akses Pakuhaji-Pasirkiara Terputus, Warga Pertanyakan Perbaikan Jembatan

Ririn Nur Febriani
Akses jalan terputus, warga RW 16-RW 17 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi kesulitan beraktivitas. Pasalnya, jembatan Pakuhaji sebagai akses utama tengah direhabilitasi namun proyek tersebut lama tak terlihat progresnya.*/RIRIN N.F/PR
Akses jalan terputus, warga RW 16-RW 17 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi kesulitan beraktivitas. Pasalnya, jembatan Pakuhaji sebagai akses utama tengah direhabilitasi namun proyek tersebut lama tak terlihat progresnya.*/RIRIN N.F/PR

CIMAHI, (PR).- Akses jalan terputus, warga RW 16-RW 17 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi kesulitan beraktivitas. Pasalnya, jembatan Pakuhaji sebagai akses utama tengah direhabilitasi namun proyek tersebut lama tak terlihat progresnya.

Pantauan "PR" di lapangan, terlihat ruas jalan terputus antara RW 16-17 sepanjang 12-13 m dan lebar sekitar 6-8 m. Tidak ada akses jalan yang yang bisa dilintasi, warga yang hendak bepergian harus melintas ke area bawah yang semula aliran air dengan menuruni anak tangga darurat terbuat dari bambu.

Warga juga terpaksa memutar jalan ke Kp. Cukangkawung Desa Ngamprah Kab. Bandung Barat yang dapat diakses kendaraan roda dua ataupun memutar lebih jauh ke Pakuhaji-Tanimulya KBB.

Aktifitas warga setempat cukup tinggi dalam memanfaatkan akses lalu lintas tersebut. Selain anak sekolah, warga juga banyak yang melakukan aktifitas ekonomi seperti usaha mebelair, kuliner, dan lainnya.

Pada sisi jembatan, terpampang informasi proyek jembatan dikerjakan CV Eka Marga dengan nilai Rp 790.139.000. Pekerjaan dimulai 17 Juli-13 November 2019.

Menurut Ketua RW 17 Asep Rahmat, kegiatan pembangunan jembatan tersebut sudah sekitar sebulan dikerjakan. "Tapi lebih banyak enggak dikerjakan. Ada sekitar tiga minggu didiamkan, juga tidak kelihatan ada pekerja. Hanya ada alat berat saja diparkir," ujarnya di lokasi.

Bahkan, akses jalan yang terputus sempat menyulitkan petugas Damkar Cimahi memadamkan kejadian kebakaran di RT 4 RW 17 pekan lalu sehingga harus memutar ke Pakuhaji KBB. "Keburu kebakarannya besar,, untung bisa dipadamkan dulu oleh warga," ujarnya.

Asep mengatakan, secara prinsip warga sangat mendukung rehabilitasi jembatan tersebut. "Kita tidak permasalahkan jembatan mau diperbaiki, malah sebetulnya menyambut baik karena memang ada potensi kerusakan. Hanya saja, meminta pengerjaannya jangan lambat bahkan sampai tidak ada progres lama seperti ini," ucapnya.

Apalagi, warga sangat membutuhkan akses transportasi. "Warga minta ada jalan sementara yang bisa dilintasi, kasihan anak sekolah, ibu hamil harus lewat bawah yang dulunya aliran air dan menanjak. Kan sangat membahayakan buat masyarakat," katanya.

Pihak kontraktor sempat menjanjikan segera membangun jembatan sementara. "Kontraktornya sudah bikin pernyataan minggu lalu mau dibangun jembatan. Tapi sampai sekarang enggak ada realisasi," ujar Asep.

AKSES jalan terputus, warga RW 16-RW 17 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi kesulitan beraktivitas. Pasalnya, jembatan Pakuhaji sebagai akses utama tengah direhabilitasi namun proyek tersebut lama tak terlihat progresnya.*/RIRIN N.F/PR

Masyarakat hanya ingin jembatan segera diselesaikan dan dibuatkan jembatan sementara untuk akses warga. "Khawatir keburu hujan, jadi makin terhambat pembangunannya. Harusnya pemenang tender diperhatikan tolong segera diselesaikan pekerjaannya. Pemkot Cimahi juga harus mengawasi pekerjaan ini, sampai warga sengsara enggak ada jalan," ucapnya.

Agus Rahmat (41), salah seorang pelaku usaha di Kelurahan Cipageran mengaku sangat terganggu dengan terputusnya akses utama tersebut. Sebab, ada sejumlah klien-nya yang membatalkan pemesanan dikarenakan aksesnya terputus.

"Saya ada sekitar 4 orang yang batalin pesanan karena lihat aksesnya terputus. Kalau mau antar barang harus muter jauh. Ke Citeureup aja harus 1 jam padahal daerah tetangga. Dikira jembatan ini mau diperbaiki, eh malah jadi dirusak yang sudah ada," ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi mengatakan tak mempertimbangkan akses sementara sebagai pengganti jembatan Pakuhaji yang tengah direhabilitasi.

"Kita pikir akses jalan masih ada, memang agak keliling. Jadi tidak dibuat jembatan sementara," kata Sekretris DPUP Kota Cimahi Djani Ahmad Nurjani saat dihubungi via sambungan telefon.

Pihaknya mengetahui komplain warga mengenai akses jalan yang terputus tersebut. "Saya mengintruksikan kepada kontraktor, begitu warga protes agar segera dibuat jembatan sementara. Materialnya saya lihat ada di tempat," katanya.

Menurut Djani, pekerjaan proyek tersebut tidak terhenti. Tak adanya kegiatan yang berlangsung diakibatkan kerusakan alat berat yang digunakan.

"Ada kendala alat berat backhoe rusak, mungkin disangka warga tidak ada pengerjaan. Alat berat digunakan untuk meruntuhkan kontruksi utama jembatan lama. Kami minta kontraktor segera dilaksanakan pengerjaannya," tuturnya.***

Bagikan: