Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32 ° C

Visa Progresif Dicabut tapi Biaya Visa Umrah Naik

Sarnapi
ILUSTRASI ibadah haji.*/DOK. PR
ILUSTRASI ibadah haji.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Arab Saudi akhirnya mencabut kebijakan visa progresif sebesar 2.000 Real Saudi (sekitar Rp 7 juta) kepada Muslimin yang pernah umrah. Namun di lain pihak pemerintah Arab Saudi menaikkan biaya visa umrah dari sekitar 60 Dollar AS menjadi 160 Dollar AS atau ada kenaikan 100 Dollar AS (sekitar Rp 1,4 juta).

"Setelah beberapa tahun ini pemerintah Arab Saudi memberlakukan visa progresif sebesar 2.000 Real Saudi bagi jemaah umrah yang pernah berangkat umrah sebelumnya, tapi mulai Selasa lalu 10 September 2019 visa progresif dihapuskan," kata Ketua Forum Komunikasi dan Silaturahmi Penyelenggara Travel Umrah dan Haji (FKS Patuh) Jabar, Wawan Ridwan Misbach, di kantor Qiblat Tour, Minggu 15 September 2019.

Wawan yang juga Direktur Qiblat Tour menambahkan, ketika visa progresif dihapuskan, namun bersamaan itu pula pemerintah Arab Saudi menaikkan biaya visa menjadi hampir 500 Real Saudi atau sekitar 160 Dollar AS. "Di satu sisi ada berita gembira, namun di sisi lain beban biaya umrah bertambah. Bahkan kebijakan kenaikan visa umrah ini menimpa semua Muslimin yang akan berumrah," ungkapnya.

Dengan kenaikan visa umrah sampai sekitar Rp 1,4 juta/orang sehingga besaran biaya umrah juga akan mengalami penyesuaian. "Namun penyesuaian biaya murah ini tergantung kebijakan masing-masing biro perjalanan umrah. Apakah travel umrah itu berani menaikkan atau menahan harga paket umrah agar tetap banyak Muslimin yang umrah," ujarnya.

Memberatkan

Kondisi ini memberatkan kaum Muslimin yang akan umrah sehingga perlu pendekatan khusus kepada pemerintah Arab Saudi yang dilakukan pemerintah Indonesia maupun asosiasi biro perjalanan umrah. 

"Kalau bisa kenaikannya jangan drastis melainkan disesuaikan dengan kemampuan maayarakat agar memberikan kesempatan lebih banyak Muslimin untuk umrah. Apalagi kurs Dollar AS juga masih cukup tinggi sehingga jadi orang berpikir beberapa kali sebelum umrah," ucapnya.

Selain itu, pemerintah Arab Saudi juga  membuat aturan baru pembuatan visa umrah berupa umrah elektronik (e-umrah). "Visa umrah baru bisa keluar apabila biro perjalanan umrah telah menyewa  hotel, dan  transportasi di tanah suci yang nama hotel atau perusahaan busnya harus ada  sistem komputer Arab Saudi," tutur Direktur Mazq Tour, Rachmat Wildan.

Akibat aturan baru ini, sebagian  travel umrah yang memundurkan jadwal keberangkatan jemaahnya. "Pemerintah Arab Saudi mengubah persyaratan untuk mendapatkan visa umrah mulai tahun ini yang disamakan dengan visa haji khusus atau haji plus," jelasnya.***

Bagikan: