Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Langit umumnya cerah, 16.3 ° C

Tinggi, Sumbangsih Pelajar dalam Pelanggaran Lalu Lintas

Ririn Nur Febriani
PETUGAS kepolisian memeriksa pengendara dalam Pperasi Patuh Lodaya 2019.*/GALAMEDIA
PETUGAS kepolisian memeriksa pengendara dalam Pperasi Patuh Lodaya 2019.*/GALAMEDIA

CIMAHI, (PR).- Pelanggaran yang dilakukan kaum pelajar cukup mendominasi penindakan Operasi Patuh 2019 di wilayah hukum Polres Cimahi. Hal itu perlu perhatian semua pihak agar pelanggaran pelajar pengguna kendaraan bermotor bisa diminimalisasi untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Hal itu diungkapkan Kasat Lantas Polres Cimahi AKP. Suharto, Jumat 13 September 2019. "Penindakan selama operasi patuh berlangsung, angka pelanggaran cukup tinggi. Terutama dilakukan pelajar," ujarnya.

Operasi Patuh Lodaya 2019 berlangsung 29 Agustus-11 September 2019. Operasi difokuskan pada upaya penegakan aturan demi lalu lintas yang berkeselamatan.

Terdapat sejumlah prioritas penindakan pelanggaran dalam operasi tersebut. Mulai dari penggunaan helm tidak standar, menggunakan ponsel saat berkendara, melawan arus kendaraan, menjalankan kendaraan dengan kecepatan tinggi, penggunaan safety belt pada kendaraan roda empat, kendaraan bermotor yang menggunakan lampu strobo, rotator, atau sirene tidak sesuai untuk peruntukan.

Hasil evaluasi pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2019 wilayah Polres Cimahi, pelanggaran lalu lintas mencapai 12.679 perkara. "Bila dibanding dengan periode yang sama  tahun 2018 hanya 4.387 perkara , jumlah pelanggaran yang terjaring di di tahun 2019 terjadi peningkatan sampai 189 persen," katanya.

Dilihat dari segi profesi masyarakat pelanggar PNS 358 kasus, swasta 5.776 kasus, Pelajar 3.276 kasus, pengemudi angkutan 1.463 kasus, dan lain-lain 1.806 kasus.

"Pelanggaran yang dilakukan pelajar sampai 3.276 kasus, perlu ditingkatkan lagi sosialisasi dan penyuluhan kepada pelajar dan sekolah agar menaati aturan lalu lintas. Terutama, mematuhi batas minimal usia pengemudi kendaraan bermotor. Masyarakat terutama orangtua juga harus paham bahwa tidak boleh mengizinkan anak di bawah umur membawa kendaraan bermotor," ucapnya.

Pelanggaran lalu lintas kebanyakan berupa pelanggaran STNK sebanyak 8.882 perkara, tidak bawa SIM 3.753 kasus, serta kelengkapan sepeda motor sebanyak 124 kasus. Jenis kenderaan yang ditilang, paling banyak sepeda motor 10.465 unit, kendaraan roda 4.160 unit, bus 159 unit dan mobil angkutan barang sebanyak 895 unit.

Angka kecelakaan lalu lintas mengalami kenaikan dari 1 kejadian pada periode tahun 2018 naik menjadi 3 perkara pada tahun 2019. "Jumlah korban jiwa sama yaitu hanya satu orang korban meninggal dunia," imbuhnya.

Sanksi teguran

Suharto menjelaskan, selain tindakan tilang selama operasi petugas juga memberikan sanksi berupa teguran sebanyak 3.587 kali. "Hal itu menurun 0,23 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebanyak 3.670 kali teguran. Kita tegaskan kepada masyarakat agar jangan melanggar aturan, jika teguran tak mempan maka kita beri tilang," ucapnya.

Tingginya kenaikan perkara yang muncul selama Operasi Patuh Lodaya 2019, lanjut Suharto, terutama karena titik operasi disebar ke seluruh wilayah hukum Polres Cimahi. "Kita proaktif mencoba rata di seluruh jajaran sampai polsek. Karena kecelakaan bukan hanya terjadi di jalan nasional tapi juga jalan perlintasan hingga jalan lingkungan," tuturnya. 

Diharapkan, lewat kegiatan tersebut kesadaran masyarakat akan tertin berlalu lintas meningkat. "Sehingga masyarakat taat aturan lalu lintas dengan kesadaran sendiri, tidak melihat jalan besar atau kecil dan ada petugas atau tidak. Tapi, tertib dan taat aturan harus menjadi kebutuhan dan kebiasaan sehingga bisa menjaga keselamatan dan kelancaran selama berlalulintas," tuturnya.***

Bagikan: