Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Langit umumnya cerah, 16.3 ° C

Anggota DPRD Cimahi Ramai-ramai Gadaikan SK Pelantikan ke Bank

Hendro Susilo Husodo
Gadai/WONOLO
Gadai/WONOLO

CIMAHI, (PR).- Setelah dilantik, sejumlah anggota DPRD Cimahi periode 2019-2024 langsung mengajukan pinjaman kredit ke bank dengan menggadaikan surat keputusan (SK) pelantikan mereka.

Setidaknya 10 anggota DPRD Cimahi sudah mengajukan rencana pinjaman ke beberapa bank yang memiliki kerja sama dengan Sekretariat DPRD Cimahi.

Menurut Kepala Bagian Keuangan Sekretariat DPRD Cimahi Danu AR, bank yang memiliki nota kesepahaman dengan Sekretariat Dewan di antaranya adalah bank bjb dan bjb Syariah. Meski begitu, rencana pengajuan kredit tersebut belum bisa ditindaklanjuti karena SK anggota DPRD belum terbit.

"Memang sudah ada yang mengajukan, sekira 10 orang, tapi masih harus menunggu dulu kelengkapan selesai karena belum turun SK-nya dari Provinsi Jawa Barat," ujar Danu, Jumat 13 September 2019.

Cimahi/DOK. PR

Selain dari bank yang sudah menjalin nota kesepahaman dengan Sekretariat Dewan, menurut dia, peminjaman kredit ke bank bisa diajukan ke bank pilihan pribadi anggota dewan. Namun, pengajuan rencana peminjaman ke bank tersebut harus melalui mekanisme persetujuan Sekretariat Dewan dan mendapatkan tanda tangan bendahara.

"Tandatangan persetujuan itu juga sebagai persyaratan administrasi karena kami juga harus punya data. Setelah itu kami, lepas tangan karena fasilitasi dari Sekretariat Dewan hanya sebatas administrasi. Nominalnya juga kami tidak tahu berapa, bergantung pengajuan dari dewan dan persetujuan bank," tuturnya.

Dia menekankan, pembayaran cicilan dan bunga pinjaman tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab anggota dewan yang bersangkutan.

"Pembayarannya seperti pokok dan bunga potong langsung dari gaji, karena itu keperluannya pribadi," ujarnya.

Tahun lalu, hampir semua anggota dewan

Pada periode 2014-2019, menurut Danu, hampir semua anggota DPRD Cimahi mengajukan pinjaman ke bank dengan menggadaikan SK.

"Periode lalu kebanyakan ya (mengajukan pinjaman kredit), hampir semua. Ada sekira 80 persen," ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Sementara DPRD Cimahi Wahyu Widyatmoko menegaskan, menggadaikan SK anggota untuk meminjam uang sama sekali tidak dilarang karena merupakan kewenangan setiap individu dengan bank.

"Kalau menyalahi aturan, saya rasa tidak, karena tidak ada satu pun perundang-undang yang melarang," katanya.

Menurut dia, seluruh pinjaman dengan skema gadai SK harus tercatat oleh Sekretariat DPRD Cimahi. Catatan tersebut menjadi dokumen penting untuk pembayaran cicilan yang akan dipotong langsung dari penghasilan anggota dewan yang meminjam uang.***

Bagikan: