Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.3 ° C

Mantan Pjs Dirut PD Pasar Andri Salman Diperiksa Selama 6 Jam

Yedi Supriadi
Ilustrasi/DOK PR
Ilustrasi/DOK PR

BANDUNG, (PR).- Mantan Pjs Dirut PD Pasar Andri Salman diperiksa selama enam jam oleh penyidik kejaksaan negeri Bandung. Andri Salman diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi penggelapan aset milik PD Pasar Kota Bandung dengan nilai Rp 2.5 miliar.

"Ini pemeriksaan pertama sebagai tersangka setelah sebelumnya dipanggil dua kali tapi tidak datang," ujar Kasub Sidik Pidana Khusus Kejari Bandung Theo Simorangkir saat dihubungi wartawan, Jumat, 13 September 2019.

Menurut Theo, pemeriksaan sendiri dilakukan pada Kamis, 12 September 2019, sejak pagi hingga petang. Pemeriksaan tersebut merupakan pemeriksaan lanjutan pasca ditetapkan sebagai tersangka, dan pra peradilannya ditolak di PN Bandung.

"Kemarin diperiksa dari pukul 10 pagi hingga 4 sore. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan, seputar perkara itu saja," kata Theo.

Dari hasil pemeriksaan, lanjutnya, ada beberapa pertanyaan seputar dugaan penyelewengan dana deposit yang sama sekali tidak dibantah oleh yang bersangkutan.

Kendati begitu, hingga kini pihak nya masih melakukan pendalaman dalam kasus ini, statusnya saat ini masih dalam tahap penyidikan. "Masih ada satu saksi kunci lagi yang akan kita periksa," ujarnya.

Selain pemeriksaan saksi, Theo mengaku, Andri pun kemungkinan masih bakal menjalani pemeriksaan sekali lagi sebagai tersangka.

Disinggung kapan berkas dilimpahkan, Theo mengaku tidak mau terburu-buru dalam menyelesaikan satu perkara. Namun, yang pasti Kajari menargetkan pertengahan Oktober kasus ini sudah masuk ke agenda penuntutan.

Seperti diketahui, Kejari Bandung menetapkan mantan Direktur Umum, Administrasi dan Keuangan merangkap Pj Dirut PD Pasar Bermartabat, AS, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi senilai Rp 2,5 miliar. Penetapan tersangka berdasarkan surat nomor 1633/M.2.10/Fd.1/07/2019.

AS diduga menggelapkan aset deposito milik PD Pasar Bermartabat ke bank untuk kepentingan pribadi. Berdasarkan hasil penyidikan sementara, akibat perbuatannya itu, PD Pasar Bermartabat dirugikan sekitar Rp 2,5 miliar.

Kepada tersangka AS penyidik menerapkan Pasal 8 UU RI No 31 Tahun 1999 jo UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Penetapan tersangka tersebut mendapat perlawanan, AS melalui pengacaranya melakukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Bandung. Setelah diperiksa di persidangan hakim PN Bandung memjatuhkan putusan menolak praperadilan yang dilakukan tersangka. Atas penolakan itulah, Kejari Bandung pun melanjutkan proses penyidikannya.***

Bagikan: