Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.3 ° C

Kekeringan Bandung Raya, Tirta Raharja Sediakan 125.000 Liter Air per Hari

Cecep Wijaya Sari
MANAJER Junior Humas dan Kesekretariatan PDAM Tirtaraharja Sri Hartati  memantau persediaan air di bak penampungan di areal PDAM, Kota Cimahi beberapa waktu lalu.*/CECEP WIJAYA/PR
MANAJER Junior Humas dan Kesekretariatan PDAM Tirtaraharja Sri Hartati memantau persediaan air di bak penampungan di areal PDAM, Kota Cimahi beberapa waktu lalu.*/CECEP WIJAYA/PR

NGAMPRAH, (PR).- Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung membantu menyediakan pasokan air bersih untuk didistribusikan ke sejumlah daerah yang kekeringan. Setiap hari, rata-rata disalurkan 125.000 liter ke sejumlah daerah di tiga wilayah, yakni Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi.

"Sejak sebulan terakhir, rata-rata ada 25 ritase armada tangki yang mendistribusikan air dari Perumda ke sejumlah daerah yang krisis air bersih. Satu tangki rata-rata berkapasitas 5.000 liter," kata Sri Hartati, Manager Junior Humas dan Kesekretariatan Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung, Jumat 13 September 2019.

Menurut dia, penyaluran air bersih tersebut berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah di setiap wilayah. Untuk armada tangki, disediakan dari daerah masing-masing, sedangkan Perumda hanya menyediakan pasokan air.

Sri menuturkan, krisis air bersih memang kerap terjadi saat musim kemarau. Hal itu pun sudah diantisipasi Perumda untuk menyediakan pasokan air. "Pasokan air bersih ini tidak hanya untuk pelanggan, tetapi juga nonpelanggan. Ini memang sudah menjadi rutinitas yang kami lakukan saat kemarau," ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, kemarau cukup berdampak terhadap berkurangnya debit air di beberapa sumber air baku yang dikelola Perumda. Di antaranya, yaitu Sungai Cijanggel yang memasok kebutuhan air bersih bagi para pelanggan di wilayah Utara, yakni Kota Cimahi dan sebagian Kabupaten Bandung Barat wilayah utara dan barat.

Saat ini, debit air dari sumber tersebut mengalami penurunan signifikan, yakni sekitar 70 persen. Dari kondisi normal 166 liter/detik, debit air kini hanya 43-45 liter/detik. "Tentunya ini berdampak juga terhadap minimnya pasokan ke wilayah Utara, makanya kami lakukan pendistribusian secara bergilir atau terjadwal," katanya.

Sri menambahkan, pihaknya terus berupaya mengoptimalkan pendistribusian air bersih dengan pasokan yang tersedia. Dia mengakui, faktor alam seperti kemarau panjang saat ini memang tidak bisa dihindari, sehingga berdampak terhadap berkurangnya pasokan air bersih yang dikelola Perumda. "Kami harap segera turun hujan, sehingga pasokan air bisa kembali normal dan kebutuhan pelanggan bisa terpenuhi," ucapnya.***

Bagikan: