Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sebagian berawan, 20.8 ° C

Pengemudi Ojol Divonis 5 Tahun Gara-gara Berlaku Tak Senonoh kepada Penumpang

Yedi Supriadi
ILUSTRASI pelecehan seksual.*/ANTARA
ILUSTRASI pelecehan seksual.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Rahmat Hidayat seorang pengemudi ojek online divonis lima tahun penjara. Rahmat terbukti melakukan perbuatan tidak senonoh kepada penumpangnya, seorang siswi yang masih di bawah umur.  

Rahmat dijerat undang-undang perlindungan anak sebagaimana dakwaan JPU Kejari Bandung.

Vonis tersebut dijatuhkan dalam sidang putusan kasus dugaan asusila terhadap anak di bawah umur, di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Kamis 12 September 2019.

Dalam amar putusannya, Nawaji menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindakan tidak senonoh, pencabulan, atau asusila terhadap anak di bawah umur sebagaimana pasal 76E Jo Pasal 82 ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas perubahan Undang-Undang No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama lima tahun," katanya.

Vonis majelis sama dengan tuntutan JPU Kejari Bandung Lucky, yakni lima tahun penjara. Atas putusan tersebut terdakwa dan kuasa hukumnya pikir-pikir, begitu juga dengan JPU.

Perbuatan asusila atau pencabulan yang dilakukan terdakwa berawal saat terdakwa menerima order penumpang anak perempuan 12 tahun di salah satu SMP di Kota Bandung pada Maret 2019, sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelum menerima orderan, terdakwa menonton video porno via ponselnya. 

"Saat itu korban memesan ojol untuk pulang ke rumahnya di kawasan Antapani," kata JPU Lucky Afgani usai persidangan.

Melihat wajah korban yang cantik, pelaku langsung menyuruh korban agar duduknya dimajukan lebih dekat ke pelaku seraya berkata,”dek agak majuan”. Korban pun menurutinya.

Namun terdakwa saat itu malah mengerem-ngerem sepeda motornya dengan tujuan agar tubuh korban bersentuhan dengan terdakwa. Sehingga korban pun harus berpegangan pada besi yang ada di belakang jok.

Perbuatan terdakwa tidak sampai di situ, saat tiba di Jalan Jakarta yang seharusnya belok kiri, terdakwa malah lurus terus ke Kiaracondong dan masuk gang dan berputar-putar selama 15 menit. Kemudian saat di belakang Yogya Lucky Square terdakwa menyuruh korban pindah duduk ke depan dengan alasan bannya kempes. Saat itu pengemudi tersebut melakukan pelecehan seksual.

Korban pun akhirnya mendapat akal saat melihat ada warung, dia meminta turun sebentar untuk jajan. Saat itu korban pun langsung meminta tolong kepada warga. Kemudian orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke operator ojek online dan kepolisian. ***

Bagikan: