Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Badai petir, 25 ° C

Pemkab Bandung Tagih Janji  Pabrik Salurkan Air Bersih

Handri Handriansyah
FOTO ilustrasi kebutuhan air*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
FOTO ilustrasi kebutuhan air*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

SOREANG, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bandung mendesak pabrik-pabrik di wilayahnya untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga selama kemarau. Hal itu sesuai dengan janji tertulis yang mereka tuangkan saat mengajukan perizinan ke Pemkab Bandung.

Bupati Bandung Dadang M. Naser mengatakan, peran perusahaan untuk membantu warga saat ini benar-benar dibutuhkan oleh warga. "Kalau musim hujan, warga tidak membutuhkan air dari pabrik," ujarnya saat memberikan bantuan air bersih kepada warga Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu 11 September petang.

Dadang menambahkan, musim kemarau yang terus berlanjut membuat sejumlah wilayah terus mengalami kekeringan. Akibatnya, tak sedikit warga yang kini sulit untuk mengakses air bersih karena sumur mereka mengering.

Selain bantuan air bersih secara langsung yang didistribusikan dengan armada tangki, Dadang menegaskan bahwa Pemkab Bandung juga terus berupaya menanggulangi masalah kekeringan dengan pembuatan sumur bor bagi warga di wilayah yang masih memiliki air bawah tanah.

"Di Tarajusari ini sudah ada tiga sumur bor yang kami buat untuk warga, saat ini juga sedang dibuat satu lagi sehingga total akan ada empat sumur bor," ujarnya.

Dadang menambahkan, sumur bor dibuat untuk membantu warga agar tidak perlu menunggu tangki bantuan air bersih lagi. Armadanya sendiri akan fokus dioperasikan ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan paling parah dan tak memiliki stok air bawah tanah seperti Kecamatan Cikancung.

Dengan kedalaman sekitar 100 meter, Dadang melansir bahwa sumur bor tersebut bisa menghasilkan air bersih yang cukup untuk 50 kepala keluarga. Dengan total 4 sumur, setidaknya 200 warga Desa Tarajusari kini sudah terbantu tanpa harus menunggu distribusi air bersih dari armada tangki.

Selain itu, sumur bor tersebut diharapkan bisa menjadi sarana permanen yang bisa membantu warga untuk mengakses air bersih setiap musim kemarau. Soalnya Pemkab pun memberikan bantuan sarana penampungan agar warga mudah mengakses air bersih tanpa harus menunggu pemompaan terlebih dulu.

Lebih jauh, Pemkab Bandung nantinya akan mendapat bantuan dari Pemerintah Korea Selatan. Bantuan berupa teknologi tersebut, nantinya akan membuat air bawah tanah dari sumur bor bisa langsung diminum tanpa harus dimasak.

"Sebelumnya bantuan serupa dari pemerintah Korea sudah kami dapatkan di Stadion Jalak Harupat. Teknologi itu tidak diperjualbelikan dan saat ada pertandingan sepakbola, air tanah di sana yang bisa langsung diminum tanpa perlu dimasak," kata Dadang.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Akhmad Djohara mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah menyalurkan sekitar 700.000 liter air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan. Jumlah itu didistribusikan ke sedikitnya 90 titik di 43 desa dan 17 kecamatan.

Meskipun demikian, Akhmad mengakui jika secara keseluruhan ada 23 kecamatan yang terdampak kekeringan tahun ini. "Masih ada enam kecamatan terdampak yang belum terlayani, dan kami terus melakukan pendistribusian, antara lain bersama-sama dengan PDAM, PMI dan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation)," ucapnya.***

Bagikan: