Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Unsur Pimpinan di DPRD Kabupaten Bandung Masih Ditempati Parpol Lama

Handri Handriansyah
TAMPAK depan Gedung DPRD Kabupaten Bandung.*/GALAMEDIA
TAMPAK depan Gedung DPRD Kabupaten Bandung.*/GALAMEDIA

SOREANG, (PR).- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung periode 2019-2024 dipastikan tak lagi memiliki fraksi gabungan. Kali ini, seluruh partai politik memiliki fraksi sendiri karena memiliki paling sedikit empat kursi atau sama dengan jumlah komisi yang ada di DPRD Kabupaten Bandung.

Calon Ketua DPRD Kabupaten Bandung dari Partai Golongan Karya Sugianto mengatakan, sesuai aturan perundangan yang berlaku, setiap parpol di DPRD memang bisa membentuk fraksi mandiri jika memiliki anggota minimal sama dengan jumlah komisi yang ada. Dalam hal ini, DPRD Kabupaten Bandung kali ini juga masih akan memiliki empat komisi seperti periode sebelumnya.

"Alhamdulillah periode kali ini semua parpol di DPRD Kabupaten Bandung memiliki fraksi mandiri. Hal itu tak lepas dari jumlah anggota yang mencukupi dan sesuai dengan aturan untuk membuat sebuah fraksi," ujar Sugianto seusai rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Soreang, Selasa, 10 September 2019.

Seperti diketahui, ada delapan parpol yang lolos ke DPRD Kabupaten Bandung pada pemilu legislatif 2019 lalu. Mereka adalah Partai Golkar dengan raihan 11 kursi, PKS 10 kursi, Gerindra 7 kursi, PDIP 7 kursi, PKB 6 kursi, Demokrat 5 kursi, Nasdem 5 kursi dan PAN 4 kursi.

Pada periode sebelumnya, PAN dan Nasdem tak bisa memiliki fraksi mandiri karena masing-masing hanya memiliki dua anggota. Mereka terpaksa bergabung bersama PPP dan Hanura yang juga masing-masing hanya memiliki satu anggota.

Selain penentuan fraksi, rapat paripurna tersebut juga menentukan usulan unsur pimpinan DPRD Kabupaten Bandung yang akan diajukan ke Gubernur Jabar. Sebagai parpol dengan raihan kursi terbanyak, Golkar kembali berkesempatan mengajukan kadernya sebagai calon ketua yang kali ini jatuh pada Sugiyanto.

Selain Golkar sebagai ketua, unsur wakil ketua juga tidak mengalami perubahan. Sebagai tiga perpol lain yang meraih kursi terbanyak, PKS, Gerindra dan PDIP masih akan menduduki posisi tersebut.

Menurut Sugiyanto, PKS kali ini mengusulkan Wawan Ruswandi sebagai calon wakil ketua DPRD Kabupaten Bandung. Wawan akan menggantikan wakil ketua dari PKS pada periode sebelumnya, Jajang Rohana yang pada pileg lalu lolos menjadi anggota DPRD Jabar.

PDIP dan Gerindra

Sementara itu, PDIP masih mengusulkan muka lama untuk menduduki jabatan wakil ketua yaitu Hen Hen Asep Suhendar. Begitu pula Gerindra yang kembali mengusulkan sang Ketua DPC, Yayat Hidayat.

Sugiyanto menambahkan, usulan unsur pimpinan tersebut akan segera disampaikan ke instansi terkait di Pemkab Bandung untuk diteruskan ke Gubernur Jabar. "Setelah terbit SK dari gubernur, maka akan dilakukan pengukuhan dan pengambilan sumpah jabatan unsur pimpinan DPRD Kabupaten Bandung definitif," ucapnya.

Dengan sisa waktu yang ada di tahun anggaran 2019, Sugiyanto berharap SK tersebut segera turun sehingga pihaknya bisa segera membentuk alat dan kelengkapan DPRD. Dengan begitu, para wakil rakyat bisa segera bekerja untuk merealisasikan aspirasi masyarakat yang diterima saat kampanye.

"Yang paling mendesak saat ini bagi kami adalah pembahasan arah kebijakan anggaran dan pembahasan RAPBD 2020. Namun dengan sisa waktu yang ada, kami optimistis bisa menyelesaikan RAPBD sesuai batas waktu pada November 2019," kata Sugianto.***

Bagikan: