Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya berawan, 20.2 ° C

Gerakan Masyarakat Jawa Barat Dukung Revisi UU KPK

Ecep Sukirman
*/ECEP SUKIRMAN/PR
*/ECEP SUKIRMAN/PR

BANDUNG, (PR).- Aksi mendukung Revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi, terus bermunculan di berbagai daerah. Bahkan, aksi dukungan revisi Undang-undang KPK yang digelar Gerakan Masyarakat Jawa Barat di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, diwarnai dengan atraksi kesenian “babarong” yang lengkap dengan alat tetabuhannya.

Koordinator lapangan Rizal Triadi di sela-sela aksi mengatakan, selain menyuarakan aspirasi dukungan revisi Undang-undang KPK ini, pihaknya juga ingin melestarikan budaya. Berdasarkan pantauan, aksi yang di mulai sejak pukul 10.00 ini melibatkan sejumlah mojang yang menggunakan kebaya. Di tengah aksi, mereka membagikan bunga mawar kepada para pengendara mobil dan motor yang melintas di Jalan Diponegoro itu.

“Kita sekalian melestarikan dan memperkenalkan budaya. Jadi bukan hanya aksi dan orasi, kita juga melestarikan budaya,” ujar Rizal di sela-sela aksi massa yang digelar, Rabu, 11 September 2019.

Kendati demikian, dia memastikan, kedatangan pihaknya ke depan Gedung Sate dalam rangka mendukung penuh revisi Undang-undang KPK. Pihaknya optimistis revisi Undang-undang KPK akan membawa kemajuan untuk penanganan korupsi di Indonesia ke depan. 

“Tujuan kita dari awal tetap mendukung penuh revisi Undang-undang KPK. Kita berpendapat bahwa dengan revisi Undang-undang KPK ini, akan membuat KPK lebih kuat. Revisi Undang-undang KPK menurut kami bukan untuk melemahkan KPK,” ujar dia.

Rizal menegaskan, pihaknya menyoroti terkait pengaturan penyadapan, yang seharusnya jangan sampai merusak privasi secara luas. Dengan demikian, menurut dia, dengan adanya dewan pengawas justru akan lebih mengoptimalkan kinerja lembaga antikorupsi tersebut agar tidak keluar jalur. 

“Untuk sekarang KPK bisa menyadap kapan saja dan di mana saja. Jadi dengan adanya dewan pengawas, setidaknya harus ada izin dewan pengawas. Karena KPK itu bukan malaikat,” kata dia. 

Selama massa menyuarakan aspirasinya itu, aksi berjalan tertib dengan pengawalan dari polisi. Meski beberapa kendaraan yang melintas di sekitar lokasi aksi massa ini mengurangi kecepatan kendaraannya, namun arus lalu lintas di depan Gedung Sate tetap lancar. Hingga pada pukul 11.30, massa aksi mulai meninggalkan lokasi aksi dengan tertib.***

Bagikan: