Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Umumnya berawan, 20.1 ° C

Cinta Ditolak, Pelayan Warung Kopi Tusuk Siswi SMKN 

Mochammad Iqbal Maulud
PELAKU penusukan berikut barang bukti diamankan petugas kepolisian, Selasa 10 September 2019.*/MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR
PELAKU penusukan berikut barang bukti diamankan petugas kepolisian, Selasa 10 September 2019.*/MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR

BANDUNG, (PR).- Pasal berlapis dan hukuman berat siap diterima oleh Ravindra Giantama (22) seorang pelayan di sebuah warung kopi yang tega melakukan penusukan pada anak di bawah umur. Korban yang merupakan siswi SMKN 1 ditusuk di Jalan Wastukencana, Kota Bandung pada Selasa 10 September 2019 sekira pukul 07.30.

Pelaku mengaku sakit hati dengan kata-kata korban yang selama ini disukainya. Padahal perkenalan di antara mereka sudah terjadi sejak tahun 2018 lalu, dan dicoba untuk dibina oleh Ravindra. Perkenalan tersebut bermula dari media sosial instagram.

"Mulanya DM-DM di instagram dan sempat ketemuan di Braga City Walk‎, setelah itu sering kontak dan ketemuan 3 kali. Hanya saja setelah itu dia berbicara jelek di akun instagramnya tentang saya, katanya saya ini berwajah menyeramkan dan sering ganggu-ganggu," kata Ravindra, di Mapolsekta Sumur Bandung, Jalan Kebon Sirih, Kota Bandung pada Selasa 10 September 2019.

Menurut Ravindra dia sudah berusaha berkomunikasi dengan baik dengan korban inisial ZPD (16). Pelaku minta korban untuk memulihkan nama baiknya. Hanya saja akun Ravindra justru akhirnya diblok oleh ZPD. "Yang lebih sakit hati saat dia memasang foto dengan seorang laki-laki, padahal saya mencintainya," katanya.

Rasa sakit hati yang mendalam ini menyebabkan Ravindra kalap, dia lalu berusaha untuk menyakiti ZPD. Sebelumnya dia memantau gerak gerik ZPD selama beberapa hari. Bahkan hingga mengetahui jika ZPD bersekolah di SMKN 1 di Jalan Wastukencana, Kota Bandung‎.

Kapolsekta Sumur Bandung, Komisaris Polisi Ari Prihantono mengatakan pelaku merencanakan dengan terukur untuk menyakiti korban. "Jadi‎ pelaku sengaja memakai jaket dengan capuchon untuk menutupi wajahnya. Selain itu di saku depan jaket, pelaku juga sengaja membawa pisau. Satu pisau dapur gagang plastik dan satu lagi pisau cukur," ucapnya didampingi Kanit Reskrim Inspektur Satu Sarjana dan Kasubbag Humas, Komisaris Polisi, Santhi Rianawati.

Menurut Ari, korban ditusuk saat pulang dari tempat fotokopi di dekat sekolahnya. Korban ditusuk di bagian dada kanan bawah, namun dengan kedalaman yang tidak terlalu dalam yaitu 0.9 cm. "Korban berteriak histeris dan langsung menjadi pusat perhatian. Sekuriti sekolah yaitu saudara Very Nurmansyah langsung menghampiri korban dan akhirnya mengejar pelaku yang dibantu Unit Reskrim Polsekta Sumur Bandung," ucapnya.

Pelaku pun ditangkap di Masjid Al Ukhuwwah di sekitar lokasi ATM yang ada di sana. Pelaku ditangkap dengan membawa barang bukti yaitu ‎pisau dapur dengan panjang 25 cm dan pisau cukur dengan panjang 20 cm.

Akibat perbuatannya tersebut pelaku dijerat pasal 351 juncto undang-undang darurat dan undang-undang perlindungan anak. Sementara ancaman penjara yang dapat diterima pelaku maksimal bisa mencapai 15 tahun penjara karena korban di bawah umur.

Sementara korban kini sudah kembali ke kediamannya setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di RS Bungsu. Luka korban meski tidak serius namun jika kedalamannya ditambah beberapa cm, korban dikhawatirkan meninggal dunia.‎***

Bagikan: