Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 21.6 ° C

Bappeda Kota Cimahi Revisi Target Pajak Daerah

Ririn Nur Febriani
Logo Kota Cimahi/DOK. PR
Logo Kota Cimahi/DOK. PR

CIMAHI, (PR).- Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kota Cimahi merevisi target sejumlah pajak daerah pada  Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Cimahi 2019. Koreksi terhadap target pajak ini berdasarkan hasil evaluasi pendapatan. Koreksi dilakukan agar tetap seimbang dengan kegiatan belanja.

Jenis pajak daerah yang mengalami koreksi pada target APBD-P di antaranya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan pajak penerangan jalan (PPJ).

Pada APBD 2019, Pemkot Cimahi menargetkan BPHTB hingga Rp 86.384.478.613, dan diturunkan menjadi Rp 42.522.665.206. Begitupun target PBB turun dari Rp 87.932.262.775  menjadi Rp 48.932.262.775 dalam APBD Perubahan 2019. Sedangkan untuk PPJ, terjadi penyesuaian target dari semula sekitar Rp 43 miliar menjadi Rp 42 miliar.

Kepala Bappenda Kota Cimahi Dadan Darmawan menjelaskan, target yang diusung pada APBD 2019 terlampau tinggi. "Kurang matang perencanaan dalam merumuskan target saat pembahasan APBD 2019. Mungkin juga optimis dari raihan tahun sebelumnya," ujarnya ditemui dikantornya di kompleks Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Senin 9 September 2019.

Realisasi pajak BPHBT bergantung pada transaksi jual beli tanah yang terjadi di masyarakat Kota Cimahi. Pada tahun-tahun sebelumnya, nilai capaian BPHTB cukup melejit karena sempat muncul program tax amnesty dari pemerintah pusat.

"Jika melihat realisasi penarikan pajak BPHTB dari pertama diberlakukan di Kota Cimahi, naiknya hanya sekitar 10 persen setiap tahun. Hanya saja memang naik dratis ketika ada tax amnesty. Karena itu, BPHTB dipengaruhi juga kebijakan pusat yang mungkin kurang perhitungan. Dengan angka kurang rasional Rp 86 miliar, maka kita putuskan dikurangi targetnya," jelasnya.

Sedangkan untuk PBB, kemungkinan ada stimulan yang belum dimasukan ke dalam perencanaan target sehingga nilainya sangat besar. "Melihat perkembangan ekonomi. Belum lagi pembayaran kerap dilakukan menjelang penutupan," ucapnya.

Secara keseluruhan, APBD Kota Cimahi 2019 mengalami defisit sehingga terjadi penyesuaian anggaran tiap dinas di APBD-P. "Dari sektor pajak daerah, hal itu juga mempengaruhi makanya koreksi terhadap target pajak dilakukan agar tetap seimbang dengan kegiatan belanja. Meski demikian, kita tetap berusaha dorong pajak daerah lain yang potensinya tinggi secara optimal sehingga dapat berkontribusi mendukung pembangunan Kota Cimahi dan pelaksanaan 21 program prioritas Walikota-Wakil Walikota Cimahi," tuturnya.***

Bagikan: