Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sebagian berawan, 20.8 ° C

Satgas Citarum Harum Cor Saluran Pembuangan Limbah 11 Perusahaan

Tim Pikiran Rakyat
PERSONEL Satgas Citarum Harum Sektor 7 menutup saluran pembuangan limbah ke anak Sungai Cisuminta di kawasan industri di Jalan Cisirung, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis 5 September 2019. Anak sungai itu bermuara ke Sungai Citarum.*/ADE MAMAD/PR
PERSONEL Satgas Citarum Harum Sektor 7 menutup saluran pembuangan limbah ke anak Sungai Cisuminta di kawasan industri di Jalan Cisirung, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis 5 September 2019. Anak sungai itu bermuara ke Sungai Citarum.*/ADE MAMAD/PR

SOREANG, (PR).- Jajaran TNI dari Sektor 7 Satuan Tugas Citarun Harum dibantu relawan dan mahasiswa melaksanakan pengecoran dan penutupan saluran pembuangan limbah cair di anak Sungai Cisuminta, Kamis 5 September 2019.

Sungai Cisuminta yang bermuara ke Sungai Citarum di Kampung Cisirung, RW 3, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung.

Anak Sungai Cisuminta yang bermuara ke Sungai Citarum itu digunakan 11 perusahaan di kawasan Cisirung Dayeuhkolot untuk membuang limbah cair. 

Dari 11 perusahaan itu, 3 saluran dari 3 pabrik sudah lebih awal ditutup. Sisanya, 8 saluran dari 8 pabrik belum ditutup dan masih membuang limbah cair ke anak Sungai Cisuminta. 

PERSONEL Satgas Citarum Harum Sektor 7 menutup saluran pembuangan limbah ke anak Sungai Cisuminta di kawasan industri di Jalan Cisirung, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis 5 September 2019. Anak sungai itu bermuara ke Sungai Citarum.*/ADE MAMAD/PR

Wartawan Galamedianews Engkos Kosasih melaporkan, pengecoran dan penutupan anak Sungai Cisuminta itu dilakukan 60 personel TNI, 30 relawan, dan 20 mahasiswa. Saluran pembuangan limbah cair ditutuo menggunakan material batu, pasir, dan semen. 

Komandan Sektor 7 Satgas Citarum Harum Kolonel Kav. Purwadi menegaskan, pengecoran saluran pembuangan limbah di anak Sungai Cisuminta dilakukan untuk membuat jera para pengusaha yang selama ini membuang limbah ke sungai. 

Dibuang malam hari 

Purwadi menegaskan, penutupan merupakan tindak lanjut hasil patroli selama 10 hari yang dilaksanakan sejak 25 Agustus sampai 3 September 2019.

"Sebelum dilaksanakan penutupan, pada 2 September, semua pengusaha yang membuang limbah cair ke Sungai Cisuminta sudah dikumpulkan. Tapi, ketika kami tanya siapa yang membuang limbah cair ke Sungai Cisuminta, tidak ada yang mengaku,” kata Purwadi. 

Purwadi menuturkan, para pengusaha itu membuang limbah cair ke anak Sungai Cisuminta pada malam hari sejak pukul 21.00 hingga 00.00. 

"Limbah dibuang malam hari. Limbahnya hitam pekat dan pH-nya di atas 10. Limbah yang dibuang tak memenuhi baku mutu, bahkan ketika kami konfirmasi ke para pengusaha, tak ada yang mengaku," ujar Purwadi. 

Mengetahui kondisi seperti itu, dia melapor kepada Panglima TNI dan Menko Bidang Kemaritiman sebelum penutupan saluran anak Sungai Cisuminta. Yak terkecuali melapor ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung. 

Purwadi tak bisa memastikan perusahaan mana yang membuang limbah cair ke anak Sungai Cisuminta. Saluran pembuangan limbah menuju anak sungai itu digunakan perusahaan yang tersebar di Cisirung Dayeuhkokot. 

Dia sebelumnya sudah melakukan penutupan saluran limbag cair di beberapa pabrik. Sejumlah pabrik langsung membuat instalasi pengolahan air limbah dengan cara menggandeng Dinas Lingkungan Hidup.
"Anak Sungai Cisuminta sudah puluhan tahun digunakan para pengusaha untuk membuang limbah. Sekira 90 persen. Sebelumnya, di kawasan Cisirung  Dayeuhkolot tak punya IPAL," katanya.***

Bagikan: