Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 21 ° C

Bangun Kesadaran Lingkungan di Festival Literasi Citarum 2019

Cecep Wijaya Sari
ANAK-anak bermain di bantaran aliran Sungai Citarum di Kampung Balero, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa 25 Juni 2019. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah pusat maupun daerah melalui usulan dan perencanaan untuk mewujudkan program Citarum Harum dengan kucuran dana yang tidak sedikit.*/ADE MAMAD/PR
ANAK-anak bermain di bantaran aliran Sungai Citarum di Kampung Balero, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa 25 Juni 2019. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah pusat maupun daerah melalui usulan dan perencanaan untuk mewujudkan program Citarum Harum dengan kucuran dana yang tidak sedikit.*/ADE MAMAD/PR

NGAMPRAH, (PR).- Membangun kesadaran lingkungan bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk melalui dunia literasi. Hal ini akan dibuktikan pada Festival Literasi Citarum yang akan digelar pada 21-22 September ini di Taman Baca Masyarakat Bening Saguling, Kampung Babakan Cianjur, Desa/Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.

Pendiri Yayasan Bening Saguling Indra Darmawan mengungkapkan, festival tersebut digelar untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Sasaran utamanya, para pelajar tetapi terbuka juga untuk masyarakat umum.

"Untuk ikut kegiatan ini, peserta diharuskan membawa sampah plastik berupa botol kemasan air minum, yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan untuk berbagai kerajinan," ujarnya kepada PR, Rabu, 4 September 2019.

Dalam kegiatan yang didukung Balai Bahasa Jawa Barat itu, para peserta akan didorong untuk membuat tulisan ataupun gambar yang menggugah untuk terciptanya kesadaran lingkungan. Mereka akan dipandu oleh sejumlah pemateri yang berpengalaman, di antaranya penulis nasional Gol A Gong.

Menurut Indra, kegiatan tersebut sudah digelar sejak beberapa tahun lalu, tetapi dengan nama yang berbeda. Meski demikian, tujuannya tetap sama, yakni membangun kesadaran lingkungan. Dari setiap kegiatan tersebut, respons masyarakat sangat antusias.

"Termasuk untuk kegiatan tahun ini, sudah banyak pendaftar baik dari dalam maupun luar daerah. Mereka mendaftar baik secara pribadi maupun melalui sekolah. Alhamdulillah, banyak yang antusias," ujarnya.

Dia menegaskan, kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya tugas aktivis dan instansi yang terkait dengan lingkungan. Namun, juga menjadi kewajiban semua elemen masyarakat.

"Untuk itu, melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran lingkungan ini terbentuk sejak dini. Dan selanjutnya, melalui dunia literasi, mereka bisa menginspirasi banyak orang untuk memiliki kesadaran lingkungan," ujarnya.

Di yayasan yang dikelolanya, Indra juga membangun kesadaran masyarakat sekitar untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan. Di antaranya, dengan memanfaatkan eceng gondok di Sungai Citarum yang selama ini dianggap sebagai tanaman pengganggu, tetapi bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah KBB Rahadian Setyadi mengungkapkan, pihaknya mendukung penuh kegiatan Festival Literasi Citarum 2019 ini. Menurut dia, hal itu membantu pemerintah daerah dalam membangkitkan dunia literasi di Bandung Barat.

"Untuk memajukan literasi, kami sangat terbantu dengan adanya komunitas-komunitas dan sejumlah taman baca masyarakat. Sebab harus diakui, anggaran dari pemerintah daerah cukup terbatas, sehingga belum bisa menggelar kegiatan yang gebyar seperti festival literasi," ujarnya.***

Bagikan: