Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32 ° C

Ratusan Ojek Online Bandung Unjuk Rasa, Tuntut Bos Taxi Malaysia Dihukum

Novianti Nurulliah
RATUSAN pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Perwakilan Negara Indonesia (PWNI) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa, 3 September 2019.*/NOVIANTI NURULLIAH/PR
RATUSAN pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Perwakilan Negara Indonesia (PWNI) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa, 3 September 2019.*/NOVIANTI NURULLIAH/PR

BANDUNG,(PR),- Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Perwakilan Negara Indonesia (PWNI) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa, 3 September 2019. Aksi dipicu untuk menyikapi pernyataan diskriminatif yang dilakukan Samsubahrin Ismail bos TAXI asal Malaysia.

Massa membentangkan sejumlah spanduk protes dalam aksinya bertuliskan “Kalau Kami Negara Miskin Kenapa Kalian Cari Makan Ditempat Kami”; “Boikot Produk Malaysia”, “Mengecam Keras Statement Samsubahrin Ismail Atas Penghinaan Kepada Masyarakat Juga Pemerintah Indonesia”; dan ”NKRI HARGA MATI”.

Massa berorasi bergantian di atas mobil komando hingga menutup ruas Jalan Diponegoro. Meski demikian aksi berjalan tertib. Ratusan aparat kepolisian menjaga aksi protes yang berlangsung damai sejak pukul 10.00 WIB tersebut.

Solidaritas

Koordinator Aksi Asep Mulyana mengatakan, aksi solidaritas sekaligus mengecam Samsubahrin yang dinilai melecehkan pemerintah dan masyarakat Indonesia. Pihaknya meminta agar pemerintah mengambil sikap dan tindakan atas apa yang sudah dilakukan Samsubahrin. 

“Misi kita adalah solidaritas driver atas jiwa nasionalis kita. Kita tidak akan tinggal diam kalau rakyat kita, Negara kita dilecehkan oleh pihak pengusaha Malaysia, itu yang ingin kami aspirasikan,” kata Asep. 

RATUSAN pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Perwakilan Negara Indonesia (PWNI) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa, 3 September 2019.*/NOVIANTI NURULLIAH/PR

Dalam aksi tersebut, pihaknya menuntut agar yang bersangkutan bertanggung jawab atas ucapan-ucapannya yang melecehkan Indonesia. Mereka pun meminta Malaysia melakukan tindakan hukum pada Samsubahrin.

Menurut dia, pernyataan Samsubahri ditenggarai terkait betapa ketakutannya pengusaha Malaysia menghadapi persaingan dengan rencana mengaspalnya Gojek di sana. Pernyataan Samsubahri memancing kemarahan karena dalam videonya, dia menyebutkan Indonesia adalah negara miskin, sementara Malaysia adalah negara kaya. 

"Pernyataan ini dianggap merendahkan profesi mitra pengemudi dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan," tuturnya.***

Bagikan: