Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sebagian berawan, 20.5 ° C

Flyover Jalan Jakarta dan Laswi Butuhkan Anggaran Rp 77,9 Miliar, Tahap Pertama Selesai Akhir 2019

Novianti Nurulliah
RENCANA denah jalan layang di ruas Jalan Laswi-Pelajar Pejuang 45 melintasi Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung. Groundbreaking dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan dihadiri oleh Wali Kota Bandung Oded M. Danial, Selasa, 2 September 2019.*/NOVIANTI NURULLIAH/PR
RENCANA denah jalan layang di ruas Jalan Laswi-Pelajar Pejuang 45 melintasi Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung. Groundbreaking dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan dihadiri oleh Wali Kota Bandung Oded M. Danial, Selasa, 2 September 2019.*/NOVIANTI NURULLIAH/PR

BANDUNG, (PR), - Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun dua flyover atau perlintasan tidak sebidang di dua titik yaitu di Jalan Laswi-Jalan Pelajar Pejuang sepanjang 520 meter melintasi Jalan Gatot Soebroto, dan Jalan Jakarta-Jalan Supratman melintasi Jalan Ahmad Yani sepanjang 500 meter mulai September ini. Anggaran kedua titik tersebut berasal dari APBD Pemprov Jabar.

Flyover Laswi menghabiskan Rp 35,9 miliar, dan flyover di Jalan Jakarta sebesar Rp 42 miliar. 

Gubernur Jawa BaratvMochamad Ridwan Kamil telah melakukan groudbreaking atau peletakan pembangunan tahap 1 flyover Jalan Jakarta-Jalan Supratman dan flyover Jalan Laswi-Jalan Pelajar pejuang di titik Jalan Jakarta, Kota Bandung, Selasa, 3 September 2019 pagi. Hadir pula Wali Kota Bandung Oded M. Danial. 

Pada tahap pertama, Pemprov akan fokus pada pembenahan jalan di bawah seperti pembenahan utilitas PLN dan PDAM, pembangunan fondasi, pembenahan drainase, dan pengerasan. Masing-masing akan menghabiskan anggaran Rp 4,2 miliar untuk Jalan Laswi, dan Rp 8,3 miliar untuk Jalan Jakarta. 

Pekerjaan akan berlangsung selama 120 hari kerja dan akan selesai pada akhir tahun ini. Sementara untuk tahap kedua akan dilelang Oktober dan konstruksi dilakukan 2020 dengan masa kerja 180 hari dan bisa dioperasikan pada akhir 2020.

Atasi kemacetan

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Pemprov Jabar Koswara menuturkan, pembangunan dilakukan di atas jaringan jalan provinsi guna meningkatkan konektivitas wilayah, aspek konstruksi kemanan, dan keselamatan. Pembangunan perlintasan tidak sebidang buat atasi kemacetan di perkotaan. 

"Kinerja simpang ini sudah jenuh. Dua titik yang sering macet dan menuju pusat kota, dan ditambah sudah banyak pemukiman di timur Bandung, makanya harus diperluas dengan membangun konektivitas ini agar tidak lagi terjadi kemacetan," ujarnya. 

Koswara pun meminta maaf dan meminta warga Kota Bandung pengguna jalan tersebut untuk memahami selama konstruksi dilakukan akan membuat tidak nyaman perjalanan. 

RENCANA denah jalan layang di ruas Jalan Laswi-Pelajar Pejuang 45 melintasi Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung. Groundbreaking dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan dihadiri oleh Wali Kota Bandung Oded M. Danial, Selasa, 2 September 2019.*/NOVIANTI NURULLIAH/PR

Sementara itu, Oded M. Danial mengatakan bahwa pihaknya merasa bahagia, sebab pembangunan tersebut sangat penting, sementara pemkot tidak mampu untuk mendanai proyek sebesar pembangunan flyover tersebut.

"Terima kasih pak Gubernur yang telah bantu Kota Bandung untuk infrastruktur yang besar. Kalau ini beres, Andir, Kopo, dan masih banyak jalan lainnya untuk dibangun flyover," katanya. 

Oded pun berharap kedua flyover tersebut bisa mengurai kemacetan di Kota Bandung.

"Kepada masyarakat, maaf pas pembangunan saya yakin akan ganggu kenyamanan lalu lintas. Mudah-mudahan lancar, bisa dinikmati oleh Kota Bandung, " katanya.

Kuncinya, konektivitas baru

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, Kota Bandung memang sudah sangat padat. Kkuncinya adalah memperbanyak konektivitas yang baru, maupun memperbaiki yang sudah ada. 

"Dalam konektivitas motor mobil harus sejalan, sambil dipromosikan transportasi publik dan jalan kaki. Alhamdulillah tahun ini dan tahun depan bangun flyover di dua titik sesuai aspirasi, tinggal ngobrol ke Pak Koswara titik mana lagi," ujarnya. 

Ridwan pun meminta kontraktor untuk bekerja secara rapi selama proses konstruksi bagian bawah ini, dengan mencari metode konstruksi yang memimalisasi kemacetan. 

"Bismillah akan panen kemaslahatan. Sekarang riweuh heula, semua indah pada waktunya," tuturnya.***

Bagikan: