Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 29.6 ° C

Desa Cibeureum di Kabupaten Bandung Berprestasi dengan e-Pantes

Handri Handriansyah
WARGA membuka layanan aplikasi e-pantes, kumpulan buku digital di telefon pintarnya, sambil menunggu pembeli di warung miliknya di Desa Cibeureum, Kertasari, Kabupaten Bandung, Senin 2 September 2019.*/ADE MAMAD/PR
WARGA membuka layanan aplikasi e-pantes, kumpulan buku digital di telefon pintarnya, sambil menunggu pembeli di warung miliknya di Desa Cibeureum, Kertasari, Kabupaten Bandung, Senin 2 September 2019.*/ADE MAMAD/PR

BERLOKASI tak jauh dari Situ Cisanti di hulu Sungai Citarum, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, terbilang salah satu desa yang jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bandung. Waktu tempuh dari Kecamatan Soreang paling cepat sekira 90 menit dalam kondisi lalu lintas normal.

Meski demikian, kondisi itu tak menjadi halangan bagi masyarakat di Desa Cibeureum untuk melek perkembangan teknologi. Hal tersebut ditegaskan Kepala Desa Cibeureum Efi Nur Taufik.

Menurut Efi, akses terhadap teknologi di desanya terus meningkat dari tahun ke tahun. Telefon pintar saat ini telah menjadi gawai yang dimiliki hampir seluruh masyarakat di.

Dengan kemudahan itu, Efi kemudian terinspirasi memanfaatkan teknologi dalam menggenjot minat baca masyarakat yang sebelumnya masih terbilang rendah.

"Sejak beberapa tahun terakhir, kami mengamati minat baca buku terus menurun. Masyarakat lebih memilih bermain gawai," ujarnya saat ditemui Senin 2 September 2019.

WARGA membuka layanan aplikasi e-pantes, kumpulan buku digital di telefon pintarnya, sambil menunggu pembeli di warung miliknya di Desa Cibeureum, Kertasari, Kabupaten Bandung, Senin 2 September 2019.*/ADE MAMAD/PR

Pada 2017, Efi akhirnya menemukan jalan untuk mewujudkan ide tersebut saat desanya kedatangan para siswa SMAN 4 Kota Bandung yang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

"Mereka kebetulan memperkenalkan aplikasi yang bisa membuat masyarakat membaca buku di mana saja dan kapan saja," ucapnya.

Lewat anggaran desa 2018, Efi tak ragu mengadopsi aplikasi tersebut dan mewujudkan perpustakaan digital Desa Cibeureum dengan nama e-Pantes. Lewat aplikasi tersebut, masyarakat bisa membaca buku digital dengan berbagai tema.

"Awalnya, aplikasi tersebut hanya bisa digunakan masyarakat yang terjangkau oleh jaringan internet kantor desa. Namun seiring waktu, kini mereka bisa mengaksesnya di mana saja,"  kata Efi.

Prestasi membanggakan

Saat ini, Efi menyebut ada sekira 1.500 judul buku yang sudah masuk dalam perpustakaan digital e-Pantes. Temanya beragam mulai dari cerita anak-anak, pentuncuk tata cara bertani, memasak, sejarah, dan biografi tokoh.

Efi mengatakan, konten tersebut masih belum memenuhi semua permintaan masyarakat. Namun, banyaknya permintaan yang masuk menjadi cerminan bahwa minat baca masyarakat di Desa Cibeureum mengalami kemajuan signifikan dalam setahun terakhir.

Aplikasi e-Pantes, kata Efi, sekarang sudah bisa diunduh tanpa berbayar di Google Playstore. "Konsekuensinya memang sekarang jumlah pengunjung perpustaan di desa semakin berkurang, tetapi yang penting minat baca masyarakat meningkat tajam," ujar Efi seraya tertawa.

Meski bukan satu-satunya inovasi yang dilakukan, perpustakaan digital e-Pantes diakui telah membawa Desa Cibeureum meraih prestasi membanggakan. Selain menjadi juara lomba desa tingkat Kabupaten Bandung, Desa Cibeureum menempati posisi kedua lomba serupa di tingkat provinsi Jawa Barat sekaligus meraih penghargaan sebagai Desa Teladan Berprestasi 2019 dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beberapa waktu lalu.***

Bagikan: