Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 21 ° C

Tunggu Teman Mabuk, Mobilnya Baru Dicuri

Mochammad Iqbal Maulud
LY (22) alias Iki yang diamankan petugas Polsekta Astana Anyar karena mencuri mobil temannya di Mapolsekta Astana Anyar Jalan Astana Anyar, Kota Bandung pada Kamis 29 Agustus 2019.*/MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR
LY (22) alias Iki yang diamankan petugas Polsekta Astana Anyar karena mencuri mobil temannya di Mapolsekta Astana Anyar Jalan Astana Anyar, Kota Bandung pada Kamis 29 Agustus 2019.*/MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR

BANDUNG, (PR).- Unit Reskrim Polsekta Astana Anyar berhasil mengamankan LY (22) alias Iki yang mencuri kendaraan roda 4 milik temannya di Kota Bandung. Bahkan pihak kepolisian terpaksa menembak kaki dari LY karena berusaha lari dan berniat menabrakkan mobil curian miliknya ke arah petugas.

Pencurian tersebut dilakukan oleh LY saat mobil milik temannya diparkir di depan Vihara Giri Toba di Jalan Bojongloa, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung. Tepatnya pada Selasa 26 Agustus 2019 lalu sekira pukul 03.00 WIB.

Kapolsekta Astanaanyar Ajun Komisaris Polisi Wendy Boyoh, didampingi Kanitreskrim Inspektur Satu Muryadi membenarkan hal tersebut. Menurut Wendy, LY berusaha kabur saat petugas mencoba menangkapnya di tempat persembunyiannya di Kabupaten Sukabumi.

"Jadi Iki ini merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor bahkan sudah melakukan perbuatannya berkali-kali. Namun kali ini dia mencuri kendaraan milik temannya karena merasa sakit hati dengan kata-kata temannya tersebut," ucap Wendy yang juga didampingi oleh Kasubbag Humas Polrestabes Bandung, Komisaris Polisi Santhi Rianawati, di Mapolsekta Astanaanyar, Jalan Astanaanyar, Kota Bandung.

Cara pencurian roda 4 milik temannya tersebut memang sedikit unik. Menurut Wendy, LY alias Iki ini mencekoki temannya tersebut sehingga mabuk, saat itu Iki bersama teman wanitanya yaitu N (20) yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

"Setelah temannya tak sadarkan diri karena mabuk dan tertidur, maka Iki pun membawa lari mobil milik temannya tersebut. Apalagi dengan mudahnya, Iki bisa membawa kunci mobil milik temannya karena tergeletak begitu saja di lokasi," ucapnya.

Tindakan tegas

Saat teman Iki sadar maka temannya pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsekta Astanaanyar. Tanpa butuh waktu yang lama, Iki akhirnya ditangkap di kediamannya di Kecamatan Bojong Genteng, Kabupaten Sukabumi.

"Iki menyadari kehadiran petugas maka Iki pun berusaha melarikan diri bahkan berniat menabrakkan kendaraan curian miliknya tersebut. Karenanya kami berikan tindakan yang tegas," kata Wendy.

Setelah petugas memberikan tindakan tegas, maka Iki pun akhirnya dibawa ke Mapolsekta Astanaanyar bersama sejumlah barang bukti. Di antaranya mobil Toyota Rush berwarna hitam curiannya dengan Nopol D 1801 ADM."Kami juga amankan satu buah sangkur milik Iki yang diduga akan digunakan untuk menyakiti petugas," ucapnya.

Sementara itu Iki mengaku nekat membawa kabur mobil temannya karena memiliki kebutuhan ekonomi dan ada rasa sakit hati karena perlakukan korban terhadapnya. "Sakit hati aja, karena dia suka ngomong seenaknya. Terus saya juga lagi butuh uang," katanya.‎

Akibat perbuatannya tersebut Iki dijerat pasal 363 KUH Pidana dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara. Selain itu Iki pun karena memiliki senjata tajam juga dijerat dengan Undang-undang Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman penjara maksimal selama 10 tahun.***
 

Bagikan: