Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sebagian berawan, 20.5 ° C

Ridwan Kamil Jelaskan Bedanya Pemindahan Ibu Kota dan Pusat Pemerintahan

Mochammad Iqbal Maulud
GEDUNG Sate/ANTARA
GEDUNG Sate/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta media jangan tergesa-gesa dan membesarkan-besarkan wacana pemindahan ibu kota Jawa Barat.

Menurut Ridwan Kamil, bukan ibu kota yang akan dipindahkan tetapi hanya pusat pemerintahannya.

"Waktu itu saya rapat dengan DPRD Jabar. Saya menjelaskan mengenai rencana tata ruang dan wilayah. Saat itu saya membahas tentang ruang masa depan," kata Ridwan Kamil seusai acara Tasyakur Kebangsaan PWNU Jabar di Hotel Horison, Kota Bandung, Jumat 30 Agustus 2019.

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil saat mendampingi wapres terpilih Ma'ruf Amin di acara Tasyakur Kebangsaan PWNU Jabar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Jumat 30 Agustus 2019.*/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR

Menurut Ridwan Kamil, pada pembahasan ruang masa depan tersebut, dibahas mengenai jalur transportasi dan opsi lokasi mengenai pusat pemerintahan. "Jadi pusat pemerintahanlah yang kami bahas, bukan ibu kota yang digembor-gemborkan media," katanya.

Ridwan Kamil belum memiliki keputusan terkait pemindahan ibu kota Jawa Barat dari Kota Bandung. Hanya, ada pengkajian khusus mengenai pemindahan lokasi pusat pemerintahan yang berkumpul di satu tempat yang memadai.

"Kita lihat kantor dinas ada yang di Kota Cimahi, lalu di pinggiran kota, saya lihat ini tidak efektif, tetapi jika berkumpul, akan efisien. Pelayanan publik nantinya dipastikan tidak akan menclak-menclok seperti sekarang ini," ucapnya.

Saat disinggung pemindahan pusat pemerintahan di tiga wilayah berbeda, Ridwan Kamil membantahnya. Menurut dia, pemindahan pusat pemerintahan tidak terbatas di satu tempat seperti yang ramai dibicarakan.

"Wacana ini bukan baru kali ini disiapkan karena perlu kajian dan studi yang mendalam. Memenuhi kriteria atau tidak," ucapnya.

Ridwan Kamil menilai pemberitaan pemindahan pusat pemerintahan menjadi bola liar. "Bahasanya jadi ramai. Menurut saya masih lama. Pertanyaan wartawan kemarin tentang apa isi rencana tata ruang dan wilayah yang disetujui dewan. Jangan dibiaskan seolah-olah hanya itu. Memuat puluhan rencana besar yang ada di Jawa Barat," kata dia.

‎Isu salah paham itu bahkan mendapat reaksi keras dari berbagai pihak, salah satunya Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono.

"Isu itu muncul begitu saja saat sedang ramainya pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur," ucap Ono Surono di Kantor DPD PDIP Jawa Barat di Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Jumat 30 Agustus 2019.

Menurut Ono Surono, belum ada persetujuan dari DPRD Jabar terkait pemindahan ibu kota itu. "Jangan sampai Gubernur Jabar Ridwan Kamil hanya sekadar ikut-ikutan saja dengan rencana perpindahan ibu kota (negara). Kita tahu pemindahan ibu kota negara sudah ada sejak zaman Bung Karno," ucapnya.***

Bagikan: