Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sebagian berawan, 20.5 ° C

Ma'ruf Amin Bicara Soal Pendekatan Budaya Terkait Papua dan Kekalahan di Jabar

Mochammad Iqbal Maulud
WAKIL presiden terpilih Ma'ruf Amin menghadiri acara Tasyakur Kebangsaan di Bandung, Jumat 30 Agustus 2019. Acara yang dihadiri ratusan ulama Nahdlatul Ulama tersebut digelar dalam rangka silaturahmi kemenangan pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.*/ANTARA
WAKIL presiden terpilih Ma'ruf Amin menghadiri acara Tasyakur Kebangsaan di Bandung, Jumat 30 Agustus 2019. Acara yang dihadiri ratusan ulama Nahdlatul Ulama tersebut digelar dalam rangka silaturahmi kemenangan pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin menginginkan suasana di Papua kembali damai. Oleh karena itu, ketersinggungan masyarakat Papua harus bisa diselesaikan dengan cepat melalui langkah-langkah yang proporsional.

"Kita perlu adanya dialog dengan masyarakat Papua. Papua adalah bagian dari NKRI. Sehingga, perlu dijaga dengan baik," kata Ma'ruf Amin saat menghadiri Tasyakur Kebangsaan PWNU Jabar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Jumat 30 Agustus 2019.

Menurut Ma'ruf Amin, penyelesaian konflik di Papua tak harus menggunakan pendekatan keamanan. Ada hal lain yang bisa dilakukan seperti dialog. "Selebihnya, bisa menggunakan pendekatan budaya yang lebih mudah diterima masyarakat Papua," ucapnya.

Sebagai wakil presiden terpilih, Ma'ruf Amin mendukung penegakkan hukum terhadap warga yang melontarkan ujaran bernuansa rasisme. "Inilah yang memicu kemarahan warga Papua, maka pemerintah harus segera memprosesnya," ujarnya.

Kalah di Jabar

Pada acara tersebut Ma'ruf Amin juga menyinggung soal perolehan suara Jokowi-Ma'ruf Amin yang kalah di Jabar pada Pilpres 2019. Meski kalah, Ma'ruf Amin sangat mengapresiasi perolehan suara pasangan mereka di Jawa Barat.

Pada Pilpres 2019, Jokowi-Ma'ruf Amin kalah di Jabar. Pasangan Jokowi-Ma'ruf hanya beroleh 40.07 persen suara di Jawa Barat. Sementara Prabowo-Sandiaga Uno beroleh 59.93 persen suara.

"Di Jabar sebenarnya tidak kalah, cuma belum menang. Insya Allah nanti lebih baik. Tapi sudah meningkat," ucap Ma'ruf Amin.

Walau dia dan Jokowi kalah di Jabar, Ma'ruf Amin mengatakan, suara dari Jabar bisa mendongkrak perolehan total suara Nasional. Apalagi, Jabar adalah provinsi dengan penduduk paling banyak di Indonesia.

"Tanpa sumbangan dari Jawa Barat, saya kira kemenangan Pak Jokowi dan saya tidak akan pernah diraih. Itu karena sumbangan dari Jabar. Karena jumlah masyarakat Jabar cukup besar, walaupun presentase kecil, tapi jumlah masyarakat besar," kata Ma'ruf Amin.

WAKIL presiden terpilih Ma'ruf Amin menghadiri acara Tasyakur Kebangsaan di Bandung, Jumat 30 Agustus 2019. Acara yang dihadiri ratusan ulama Nahdlatul Ulama tersebut digelar dalam rangka silaturahmi kemenangan pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.*/ANTARA

Mantan Rais Aam PBNU itu juga menyatakan kemenangannya dalam Pilpres 2019 tak lepas dari peran NU. Menurut dia, anggota NU di lapangan sudah berjuang maksimal memenangkan dia dan Jokowi.

"NU, baik struktural maupun kultural, untuk pertama kalinya utuh, memenangkan calon yang di dalamnya ada NU-nya," kata dia.

Kualitas individu NU

Ma'ruf Amin juga mengajak NU untuk sama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatua Republik Indonesia. Menurut dia, ada beberapa tugas berat yang bisa dihadapi yaitu menjaga agama, negara, dan umat.

"Tugas-tugas yang dihadapi NU sangat besar, sangat berat, karena itu kita perlu merapatkan barisan, perlu kita melakukan upaya konsolidasi, kemudian juga upaya untuk revitalisasi dan melakukan pembenahan di mana-mana," ujarnya.

Oleh karena itu, Ma'ruf Amin berharap NU bisa lebih meningkatkan kualitas individunya agar bisa memenuhi tantangan zaman. Termasuk di dalamnya berkiprah dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan bidang-bidang kemasyarakatan lainnya.***

Bagikan: