Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Umumnya cerah, 31.7 ° C

Persidangan Elektronik Segera Diberlakukan di Jawa Barat

Yedi Supriadi
KETUA Pengadilan Tinggi Bandung sedang melantik 51 advokat dari Peradi Suara Advokat Indonesia DPC Kota Bandung. Rabu, 28 Agustus 2019.*/YEDI SUPRIADI/PR
KETUA Pengadilan Tinggi Bandung sedang melantik 51 advokat dari Peradi Suara Advokat Indonesia DPC Kota Bandung. Rabu, 28 Agustus 2019.*/YEDI SUPRIADI/PR

BANDUNG, (PR).- Ketua Pengadilan Tinggi Bandung, Arwan Byrin, mengatakan seluruh pengadilan negeri di Jawa Barat akan melakukan persidangan elektronik. Sistem baru itu tidak mengharuskan pihak yang bersengketa untuk datang ke pengadilan, tapi cukup memanfaatkan teknologi informasi.

"Untuk gugatan dan jawab menjawab gugatan cukup dengan menggunakan email, sedangkan untuk pemeriksaan saksi dan ahli bahkan membacakan putusan cukup dengan teleconference," ujar Anwar Byrin, usai mengambil sumpah terhadap 51 advokat dari anggota Peradi Suara Advokat Indonesia, cabang Bandung di Kantor Pengadilan Tinggi Bandung, Rabu, 28 Agustus 2019.

Hadir dalam acara tersebut Sekjen DPN PERADI Suara Advokat Indonesia, Hasanudin Nasution, Ketua DPC Peradi Bandung Makki Yuliawan, dan pengurus.

Lebih lanjut, Anwar Byrin mengatakan dasar hukum dilakukan e-litigasi tersebut adalah Perma No. 1 tahun 2019. "Kalau dulu hanya pendaftaran gugatan dan administrasi saja yang melakukan sistem online, tapi dengan keluarnya Perma tersebut, kita sudah harus melaksanakan e-litigasi tersebut," ujarnya.

Penanganan perkara secara elektronik tersebut secara resmi sudah di-launching Mahkamah Agung, dan harus ditindaklanjuti di tingkat bawah.

Manfaat

Banyak manfaat yang didapat melalui persidangan elektronik itu. Jadwal dan agenda persidangan pun menjadi cepat karena bisa jarak jauh.

Kemudian, jawaban replik duplik juga dikirim secara elektronik, sehingga para pihak yang bersengketa tidak perlu datang ke pengadilan. Bukti tertulis secara elektronik dan ditandatangani secara digital.

"Pemeriksaan saksi dan ahli pun bisa melalui teleconference, begitu juga pembacaan putusan," ujarnya.

Ketua DPC Peradi Bandung Makki Yuliawan menyambut baik adanya rencana mengenai pemberlakuan persidangan elektronik. Berdasarkan hal tersebut, pihaknya akan terus melakukan pendidikan lanjutan kepada para advokat agar mereka mumpuni mengikuti setiap perkembangan dibidang peradilan.

Menurut Makki, semangat elitigasi atau persidangnan elektronik itu adalah untuk melayani masyarakat lebih optimal. Maka dari itulah, advokat juga harus mumpuni ilmu dan keterampilannya.***

Bagikan: