Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Sebagian berawan, 22.2 ° C

Islam Tak Berbenturan dengan Budaya Pasundan

Sarnapi
PARA peserta menyimak pemaparan Wakil Ketua Umum PB NU, KH. Maksum Machfoedz, saat seminar di aula PB Pasundan, Kamis 39 Agustus 2019.*/SARNAPI/PR
PARA peserta menyimak pemaparan Wakil Ketua Umum PB NU, KH. Maksum Machfoedz, saat seminar di aula PB Pasundan, Kamis 39 Agustus 2019.*/SARNAPI/PR

BANDUNG,(PR).- Ajaran Islam tak pernah berbenturan dengan budaya lokal karena Islam membawa kedamaian. Bahkan, Islam juga bisa menyesuaikan dengan budaya setempat sehingga akhirnya Islam diterima secara luas tanpa adanya pemaksaan.

"Tak pernah ada ajaran Islam yang konflik dengan budaya. Malah tak jarang ajaran Islam disesuaikan dengan budaya, tapi tak berbenturan dengan ajaran Islam itu sendiri," kata Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Maksum Machfoed, dalam seminar "Islam Nusantara, Ruang Publik Kultural, dan Penguatan Khidmat Kebangsaan" di aula Paguyuban Pasundan, Kamis 29 Agustus 2019.

Dia mencontohkan, budaya kurban yang dipelopori Sunan Kudus di Kudus, Jawa Tengah, yang tak menyembelih sapi karena awalnya menghormati keyakinan umat Hindu pada saat itu. "Sampai sekarang masyarakat Kudus tak pernah menyembelih sapi untuk  hewan kurban, namun dengan diganti dengan kerbau.  Bahkan soto Kudus juga memakai daging kerbau bukan daging sapi," katanya.

Keberagaman ini juga termuat dalam Alquran dalam Surat Al Hujurat mengenai Allah menciptakan laki-laki dan perempuan, dan membuat manusia bersuku bangsa. "Kalau menciptakan manusia merupakan kewenangan Allah mutlak, tapi soal pembentukan suku, apalagi organisasi masih ada campur tangan manusia. Paguyuban Pasundan, NU, termasuk Indonesia itu kehendak Allah, tapi ada campur tangan manusia dalam membentuknya," ucapnya.

Mengenai kiprah NU dan Islam Nusantara, menurut Kiai Maksum, sering disalahpahami sebagian masyarakat. "NU itu memegang prinsip tawasuth atau moderat, seimbang (tawazun) dan toleransi (tasamuh). Di mana ada toleransi yang mutu toleransinya seindah NU di dunia ini?" katanya dalam acar dihadiri ratusan orang termasuk Ketua Umum PB Pasundan, Didi Turmudzi.***

Bagikan: