Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sedikit awan, 20.5 ° C

RSUD Cikalongwetan Segera Miliki Alat Penghasil Oksigen Senilai Rp 8 Miliar

Cecep Wijaya Sari
ILUSTRASI rumah sakit.*/DOK. KABAR BANTEN
ILUSTRASI rumah sakit.*/DOK. KABAR BANTEN

NGAMPRAH, (PR).- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, akan memiliki alat penghasil oksigen yang menelan anggaran hingga Rp 8 miliar. Anggaran tersebut merupakan bantuan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019.

Direktur RSUD Cikalongwetan Ridwan Abdullah Putra mengungkapkan, secara keseluruhan, tahun ini RSUD Cikalongwetan mendapatkan DAK sebesar Rp 21 miliar.

"Anggaran tersebut paling besar untuk pengadaan alat produksi oksigen sebesar Rp 8 miliar, dan sisanya untuk pengadaan alat kesehatan lainnya," kata Ridwan, Senin, 26 Agustus 2019.

Menurut dia, alat tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan oksigen bagi pasien yang dirawat. Dengan demikian, pasien tak perlu khawatir kekurangan oksigen karena dapat disuplai langsung dari alat tersebut.

Saat ini, pengadaan alat tersebut masih dalam proses tender yang ditargetkan dalam waktu dekat sudah selesai. "Dan, RSUD ini menjadi rumah sakit satu-satunya di Bandung Barat yang memiliki alat canggih tersebut," tuturnya.

Ridwan menambahkan, saat ini sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang dimiliki RSUD untuk melayani masyarakat cukup memadai. RSUD ini memiliki 140 kamar perawatan, 2 ruang operasi, dan beberapa ruang untuk laboratorium.

"Selain itu, kami juga memiliki total SDM mencapai 360 orang. Ditambah dokter umum dan spesial yang totalnya mencapai 30 orang," ujarnya.

Yang menjadi persoalan saat ini, lanjut dia, yaitu belum terbentuknya rumah sakit dengan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Akibatnya, pelayanan dan pengelolaan keuangan belum bisa dilakukan secara mandiri. 

Meski demikian, pihaknya sedang mempersiapkan RSUD Cikalongwetan menjadi BLUD agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih cepat. Sebab, dengan status Unit pelaksana Teknis (UPT) seperti sekarang, birokrasi menjadi panjang dan segala kebutuhan harus melalui Dinas Kesehatan.

“Dengan status UPTD saat ini, segala pengelolaan keuangan harus disetorkan kepada Dinas Kesehatan dan belum bisa mengelola keuangan sendiri. Kami ingin lebih mandiri agar pelayanan lebih cepat kepada masyarakat. Kami pastikan RSUD Cikalongwetan sudah siap menjadi rumah sakit BLUD tahun depan, sekarang sedang assesment,” kata Ridwan seraya menyebutkan saat ini RSUD Cikalongwetan masih tipe D dan ditargetkan menjadi tipe C.***

Bagikan: