Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 29.9 ° C

Kopi Kabupaten Bandung Masuk Jajaran Elit  Dunia

Handri Handriansyah
BUPATI Bandung Dadang M. Naser saat berbincang dengan salah seorang barista, di arena "3rd Bandung Coffee Festival", yang digelar 23 - 23 Agustus 2019, di Festival Citylink.* / HANDRI HANDRIANSYAH/PR
BUPATI Bandung Dadang M. Naser saat berbincang dengan salah seorang barista, di arena "3rd Bandung Coffee Festival", yang digelar 23 - 23 Agustus 2019, di Festival Citylink.* / HANDRI HANDRIANSYAH/PR

BANDUNG, (PR).- Kopi Kabupaten Bandung saat ini termasuk jajaran elit kopi dunia karena rata-rata skor specialty mencapai lebih dari 80 poin. Bahkan, kopi terbaik asal Kabupaten Bandung memiliki skor hingga 88 atau hanya terpaut 4 poin dari kopi termahal di dunia saat ini, yaitu Kopi Geisha asal Panama yang memiliki skor 92 poin.

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang master kopi Indonesia asal Bandung, Natanael Charis di sela-sela “3rd Bandung Coffee Festival  dan Kompetisi Indonesian Coffee Master”, di Festival Citylink, Kota Bandung, Minggu 25 Agustus 2019. "Oleh karena itu setiap mengikuti kompetisi coffee master di luar negeri saya selalu membawa kopi asal Kabupaten Bandung," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Nael ini menambahkan, Kabupaten Bandung saat ini juga layak menyandang titel pusat kopi Indonesia. Soalnya di wilayah tersebut banyak sekali varian kopi dengan cita rasa khas masing-masing.

"Bagi saya, kopi Kabupaten Bandung sangat menarik, karena meskipun varietasnya rata-rata arabika, banyak sekali cita rasa unik yang berbeda. Soalnya banyak gunung yang menjadi lokasi penanaman, sehingga meghasilkan cita rasa yang berbeda-beda pula," tutur Nael yang juga merupakan barista, petani , sekaligus pengusaha kopi tersebut.

Di dunia, kata Nael, Kabupaten Bandung bahkan mungkin satu-satunya daerah dengan cita rasa kopi terbanyak. Hal itu sudah pernah ia buktikan saat menjadi wakil Indonesia dalam kompetisi coffee master di London Inggris, Thailand, Dublin Irlandia dan Australia.

Menurut Nael, Afrika dan Amerika sebagai benua yang selama ini dianggap kiblat kopi dunia, memang memiliki banyak varian cita rasa kopi. Namun variannya tersebar dalam satu negara.

"Di Afrika varian cita rasa banyak, tetapi tersebar di seluruh pejuru negara, tidak di satu kota saja. Sementara di Indonesia, satu Kabupaten Bandung memiliki varian cita rasa kopi yang hampir menyamai jumlah satu negara di Afrika," kata Nael.

Nael menegaskan, keunggulan tersebut bisa menjadi modal besar bagi petani kopi Kabupaten Bandung untuk menguasai pasar kopi dunia. Soalnya, varian cita rasa memang sangat penting untuk memberi sajian variatif bagi seorang barista agar tidak membosankan bagi penikmat kopi.

Dengan varian cita rasa yang lengkap itu, Nael pun mengaku sudah menciptakan resep menu kopi khas Jawa Barat yang akan dinamai Kopi Jabarano seperti keinginan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. "Menunya sudah ada tetapi masih rahasia," ucapnya sambil tertawa.

Meskipun demikian, Nael tak menampik jika resep rahasia tersebut diracik dari bahan kopi asal Jabar yang didominasi Kabupaten Bandung. Ia pun mengaku bahwa resep tersebut sudah pernah dipresentasikan di Australia bersama pihak Pemprov Jabar.

Nantinya, kata Nael, kopi Jabarano diharapkan bisa disajikan di beberapa cafe di sejumlah negara. "Sedikit saja bocoran, menu Jabarano rasa kopinya tetap kuat tetapi saat diminum akan terasa aroma bunganya serta ada aroma vanila," ujarnya.

Banyak penghargaan

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang M. Naser berharap gelaran Bandung Coffee Festival 23-25 Agustus 2019, bisa semakin meningkatkan popularitas kopi Kabupaten Bandung di pasar lokal maupun internasional. 

Dadang mengatakan, kopi asal Kabupaten Bandung telah meraih beberapa penghargaan, antara lain juara dua kontes kopi specialty Indonesia 2015. Penghargaan tersebut diberikan kepada Eti Sumiati selaku pimpinan Kelompok Tani Wanoja, Kampung Sangkan, Desa Laksana, Kecamatan Ibun.

“Tak hanya itu, pada April 2016 Kopi Gunung Puntang asal Kabupaten Bandung juga menjadi juara dalam Specialty Coffee Association of America Expo di Atlanta Amerika Serikat,” lanjut Dadang. ***

Bagikan: