Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Umumnya berawan, 26.1 ° C

Kendala Jarak, Warga Desa Sukaluyu Pangalengan Sulit Akses Fasilitas Kesehatan

Handri Handriansyah
WARGA memanfaatkan kesempatan pengobatan gratis dari PT Mepofarm di kantor  Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Sabtu, 24 Agustus 2019. Antusiasme warga terhadap pengobatan gratis semacam itu sangat tinggi karena jarak desa tersebut  ke puskesmas terdekat mencapai 10 KM.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR
WARGA memanfaatkan kesempatan pengobatan gratis dari PT Mepofarm di kantor Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Sabtu, 24 Agustus 2019. Antusiasme warga terhadap pengobatan gratis semacam itu sangat tinggi karena jarak desa tersebut ke puskesmas terdekat mencapai 10 KM.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR

JUJUN (60) tampak tersenyum setelah berhasil menenteng kantong plastik kecil saat keluar dari areal kantor Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Sabtu, 24 Agustus 2019. Senyuman itu rupanya merupakan ungkapan bahagia karena dalam plastik tersebut ia memiliki obat untuk mengobati batuk dan pilek yang sudah dideritanya sejak beberapa hari terakhir.

Sementara itu di salah satu sudut selasar bangunan kantor tersebut, Tita (35) masih sabar sambil memegang kertas nomor antrean. Ia duduk memangku anaknya Didin (7) yang tampak lemah karena sudah dua hari mengalami demam.

Bagi Jujun, Cicih dan ratusan warga Desa Sukaluyu lain, hari itu merupakan momen yang cukup menggembirakan. Soalnya di kantor desa, PT Meprofarm tengah menggelar pengobatan gratis sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Kesempatan itu jelas tidak disia-siakan oleh warga yang sehari-harinya memang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan dari pemerintah. Soalnya jarak dari desa tersebut ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) terdekat memang cukup jauh.

Kepala Desa Sukaluyu Dadang Kurniawan mengatakan, puskesmas terdekat dari wilayah itu adalah Puskesmas Kecamatan Pangalengan yang berjarak sekitar sepuluh kilometer. "Di sini memang ada puskesdes, tetapi yang siaga setiap hari hanya bidan desa yang melayani proses kelahiran," ujarnya.

Sementara untuk pemeriksaan kesehatan umum, kata Dadang, puskesdes tersebut hanya buka sekali dalam sepekan pada hari Jumat. Setiap buka, layanan kesehatan umum pun tak bisa diakses oleh semua warga karena waktu dan tenaga medis yang terbatas.

Menurut Dadang, layanan kesehatan umum sekali dalam sepekan jelas tidak cukup untuk warga Desa Sukaluyu yang jumlahnya mencapai 2.650 kepala keluarga atau 8.336 jiwa. Terlebih dari 16 RW yang tersebar di wilayah seluas 1.748 hektar, ada satu RW yang berjarak paling jauh sampai 13 kilometer dari puskesdes yang berlokasi di kantor desa.

"Selain itu warga pun tentunya tidak bisa menunggu kalau sakit di luar hari Jumat. Mereka akhirnya terpaksa harus berobat ke Puskesmas Kecamatan Pangalengan. Apalagi kalau harus dirujuk, jarak rumah sakit kan sangat jauh ke Soreang," kata Dadang.

Oleh karena itu Dadang sangat mengapresiasi bantuan PT Meprofarm yang menggelar pengobatan gratis di desanya. Ke depan, ia berharap banyak pihak lain yang memberikan pelayanan kesehatan serupa kepada warganya.

Sementara itu Manager Plant and Suply PT Mepofarm Hendri mengatakan, pihaknya membawa sedikitnya 70 relawan dan tenaga medis dalam kegiatan tersebut. "Jumlah itu terdiri dari 21 dokter, 40 apoteker dan sisanya relawan," ucapnya.

Hingga sekitar pukul 11.00 WIB, para tenaga medis dan relawan tersebut sudah mampu melayani sekitar 500 warga yang berobat. Namun Hendri menargetkan untuk bisa melayani sedikitnya 1.000 warga sesuai rencana awal.

Terkait pemilihan Desa Sukaluyu sebagai lokasi, Hendri menegaskan bahwa hal itu sudah melalui berbagai tahapan termasuk survey. Daerah terpencil dengan akses fasilitas kesehatan yang minim, menjadi faktor utama pemilihan lokasi.

"Setelah melalui berbagai kajian dan koordinasi dengan pihak terkait, akhirnya kami memilih Desa Sukaluyu sebagai tempat pelaksanaan pengobatan gratis kali ini. Di sini warga ternyata banyak yang mengeluh sakit Saluran Infeksi Pernafasan Atas (ISPA), tenakan darah tinggi serta gangguan pencernaan. Kami memberikan obat gratis yang mencapai ratusan jenis serta nurtrisi tambahan atau suplemen untuk anak-anak," tutur Hendri.***

Bagikan: