Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Rempug Jukung Perkuat Citra Bandung Sebagai Kota Kreatif

Retno Heriyanto
WAKIL Wali Kota Bandung Yana Mulyana bersama istri didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Dewi Kania Sari (kiri) melihat cinderamata dan batik hasil lomba Kriya dan Batik Ikon Bandung pada  perhelatan Rempug Jukung bertajuk “Bandung Kini”, Sabtu 24 Agustus 2019,  di Bandung Creative Hub (BCH) Jalan Laswi 7 Bandung.*/ RETNO HERIYANTO/PR
WAKIL Wali Kota Bandung Yana Mulyana bersama istri didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Dewi Kania Sari (kiri) melihat cinderamata dan batik hasil lomba Kriya dan Batik Ikon Bandung pada perhelatan Rempug Jukung bertajuk “Bandung Kini”, Sabtu 24 Agustus 2019, di Bandung Creative Hub (BCH) Jalan Laswi 7 Bandung.*/ RETNO HERIYANTO/PR

BANDUNG,(PR).- Pelaku usaha kreatif Kota Bandung ditantang untuk mengangkat nilai-nilai kearifan budaya lokal. Berdasarkan direktori Bekraf Information System and Mobile Application (BISMA)Kota Bandung memiliki 16 subsektor ekonomi kreatif  dari 18 subsektor.

Demikian diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana  saat membuka rangkaian acara Rempung Jukung “Bandung Kiwari” yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. “Kota Bandung bersama Pekalongan telah ditunjuk oleh organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) masuk dalam radar jaringan kota kreatif dunia, UNESCO Creative Cities Network (UCCN), karena sebagai daerah di Indonesia yang bisa bersaing di level internasional. Namun masih banyak tantangan ke depan,” ujar Yana Mulyana dalam sambutannya , pada acara yang digelar untuk mewadahi para pelaku ekonomi kreatif, Sabtu, 24 Agustus 2019 petang, di Bandung Creative Hub (BCH) Jalan Laswi 7 Bandung.

Dikatakan Yana, Bandung memiliki  604 pengusaha ekonomi kreartif dan masih banyak sumber daya kreatif untuk memastikan dan mendorong keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif, penguatan city branding. Fokus dari arah dan prioritas pembangunan serta meraih kesepakatan warga atas energi kreatif menjadi energi utama Kota Bandung masih berlimpah.

Namun, tantangan ke depan menurut Yana, para pengusaha ekonomi kreatif dituntut untuk mengangkat nilai-nilai filosofi  budaya tradisi. “Karena hingga saat ini Kota Bandung sebagai Kota Kreatif dan juga Kota Pariwisata belum memiliki ikon branding yang mampu mengangkat citra Kota Bandung,” ujar Yana.

Menghidupkan kreativitas

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Dewi Kania Sari mengungkapkan bahwa kegiatan Rempug Jukung merupakan kegiatan yang digagas untuk menghidupkan ekosistem kreativitas para pelaku ekonomi. “Tahun ini diselenggarakan dengan mengolaborasikan desain produk, fashion, kuliner dan musik.

Kegiatan menurut Dewi Kani sari , merupakan salah satu upaya Pemkot Bandung untuk mendorong para pelaku usaha kreatif di Kota Bandung agar bekerja keras terus berinovasi dan menciptakan karya dan produk baru. Sementara pemerintah akan medukung dalam mempersiapkan sarana dan prasarana, baik fisik maupun nonfisik dalam upaya penguatan citra Kota Bandung sebagai Kota Kreatif di Indonesia dan juga dikenal masyarakat dunia.

Berkaitan dengan Ikon Kota Bandung menurut Dewi Kania Sari, Wali Kota Bandung saat dijabat Wahyu Hamidjaja pernah mengeluarkan surat keputusan wali kota. “SK tersebut adalah SK Wali Kota Bandung Nomor 5225/SK/070hub/1994 tentang Ikon Bandung, namun SK tersebut kurang tersosialisasikan,” ujar Dewi Kania Sari.

Dalam rangkaian kegiatan, menurut Dewi Kania Sari, juga diselenggarakan “Kompetisi Desain Batik dan Cinderamata Kota Bandung” dengan mengangkat ikon Kota Bandung bunga Patrakomala dan burung Cangkurileung. “Untuk kegiatan desain batik diikuti 855 peserta dan cinderamata 587 dengan peserta dari dalam Kota Bandung maupun luar kota, dan bahkan luar provinsi Jawa Barat,” tutur Dewi Kania Sari yang berharapkegiatan Rempug Jukung menjadi agenda tahunan Kota Bandung untuk melahirkan lebih banyak pengusaha kreatif.***

Bagikan: