Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Pemkot Bandung Segera Menuntaskan Persoalan GBLA

Satira Yudatama
STADION GBLA di Gedebage, Kota Bandung/ARIF HIDAYAH/PR
STADION GBLA di Gedebage, Kota Bandung/ARIF HIDAYAH/PR

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Kota Bandung telah berkomunikasi dengan pihak kontraktor terkait  persoalan serah terima pengerjaan tahap dua kompleks Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage. Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, telah ada pemahaman bersama dua belah pihak ihwal penyelesaian persoalan tersebut. Hal itu merupakan hasil pertemuan Pemerintah Kota Bandung dengan pihak kontraktor beberapa hari lalu.

"Pemahaman bersama tersebut baru bersifat lisan karena perwakilan pihak kontraktor yang hadir bukan pengambil keputusan. Kami terus menjalin komunikasi dengan pihak kontraktor, mendorong agar segera ada pertemuan lanjutan yang menghasilkan keputusan. Mohon doa dari seluruh pihak, agar persoalan administratif itu segera tuntas," ucap Yana sesuai menghadiri siaran diskusi perihal kondisi GBLA di PRFM, Jalan Braga, Kota Bandung, Sabtu 24 Agustus 2019.

Setelah persoalan serah terima selesai, Yana menuturkan, Pemkot mempunyai dua opsi, mengelola sendiri (swakelola), atau bekerja sama dengan pihak ketiga. Seandainya pemkot mengambil langkah kerja sama dengan pihak ketiga, melakukan mekanisme lelang.  Biasanya, proses lelang berlangsung selama tiga bulan. Pihaknya memperkirakan, GBLA beroperasi secara utuh paling lambat November 2019, sebagaimana amanah Wali Kota Bandung Oded M Danial.

Lapangan yang merupakan bagian dari pengerjaan tahap satu, ucap Yana, sudah bisa terpakai. Berbeda dengan tribune, belum bisa terpakai karena termasuk dalam pengerjaan GBLA tahap dua. Apalagi, terdapat kerusakan yang tersebar di berbagai titik tribune, berikut kursinya.

"Meski hanya menggunakan sebagian tribune, tetap riskan, kami tak bisa memberi jaminan. Kami mengedepankan keamanan, kenyamanan, profesionalitas akan pemanfaatan GBLA. Misalkan ada yang ingin menggunakan GBLA untuk pertandingan sepak bola tanpa penonton, kami siap menjamin," kata Yana. 

Dalam diskusi, turut hadir Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema, Manajer Persib Umuh Muchtar, serta Ketua Asprov PSSI Jawa Barat Tommy Apriantono. Setiap pihak sepakat mendukung penggunaan GBLA sesuai kewenangan masing-masing.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema siap mengeluarkan izin keamanan penggunaan GBLA asalkan beroleh rekomendasi teknis dari sejumlah dinas terkait Pemkot Bandung, seperti Dinas Tata Ruang, serta Dinas Pemuda dan Olahraga. "Penerbitan izin mengacu rekomendasi dinas terkait berserta pertanggungjawabannya, bukan akibat peristiwa pengeroyokan yang pernah terjadi di GBLA," kata Irman.‎

Umuh Muchtar berharap, Pemkot Bandung segera memutuskan kebijakan perihal GBLA. PT Bandung Bermartabat (PBB) sangat siap mengelola GBLA, juga menyuntikan nilai investasi besar. "Pak Glenn (Direktur Utama PT PBB) bilang, bersedia menggelontorkan Rp  400 miliar- Rp 500 miliar untuk memoles GBLA menjadi stadion dengan standar taraf UEFA," tutur Umuh.

Perihal perkiraan waktu proses lelang (sampai November 2019), menurut Umuh, terlalu lama. Terlepas dari hal itu, pihaknya gembira, ada langkah dari berbagai pihak untuk segera menuntaskan persoalan GBLA.

Bebersih stadion

Sekitar 4.000 warga Kota Bandung bergotong royong membersihkan kawasan Stadion GBLA pada Sabtu 24 Agustus 2019. Hal itu merupakan bagian kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Kota Bandung tahun 2019. Peserta bebersih terdiri atas unsur kewilayah, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), karang taruna, serta unsur masyarakat  lainnya.

Wali Kota Bandung Oded M Danial menuturkan, kebersihan termasuk sebagai salah satu faktor penting pembangunan. "Perlu ada keseimbangan antara pembangunan dengan masyarakat yang mampu mengelola sekaligus menjaga Kota Bandung lebih nyaman," ucap Oded.

Kesempatan itu juga menjadi momen pencanangan kegiatan Masyarakat Menampung Air, membuat sepuluh drum pori di setiap RW. Oded menuturkan, pemkot mendorong pencanangan kegiatan yang muncul dari prakarsa LPM tersebut. Ia berharap, kegiatan seperti itu terus bermunculan, bentuk partisipasi masyarakat menunjang upaya pembangunan pemerintah.

Ketua LPM Kota Bandung Merdi Hajiji mengatakan, peserta BBGRM berasal dari seluruh kelurahan di Kota Bandung. Setiap kelurahan menyertakan sekitar 20-30 warga. "Melalui kegiatan tersebut, kami menunjukkan bentuk kecintaan  akan lingkungan secara rembug (bersama-sama)," ucap dia.***

Bagikan: