Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Air Waduk Cirata Turun, Pengelola Siapkan Antisipasi Gangguan Listrik

Cecep Wijaya Sari

FOTO ilustrasi Waduk Cirata.*/ANTARA
FOTO ilustrasi Waduk Cirata.*/ANTARA

NGAMPRAH, (PR).- Kondisi kemarau cukup berpengaruh terhadap penurunan ketinggian air di Waduk Cirata dan Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Meski demikian, hal itu belum berdampak signifikan terhadap operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Kepala Badan Pengelola Waduk Cirata Wawan Darmawan mengungkapkan, saat ini tinggi muka air (TMA) berada pada posisi 211 mdpl dari kondisi normal 212 mdpl. Sementara itu, batas bawah untuk langgam operasional pada bulan ini, yaitu 209 mdpl.

"Saat ini belum ada kekhawatiran jika waduk Cirata menyusut. Operasional masih berjalan dan delapan turbin yang ada, semuanya beroperasi setiap hari," ujarnya.

Secara umum, menurut dia, batas maksimum TWA Cirata yaitu 220 mdpl, sedangkan batas minimum 205 mdpl. Jika kurang atau lebih dari batas tersebut, PLTA tidak bisa beroperasional. Jika sedikit di atas batas minimal, PLTA masih bisa beroperasi tetapi dengan kapasitas minimal.

Wawan menuturkan, pihaknya masih terus memantau perkembangan cuaca untuk mengantisipasi penyusutan TMA di Waduk Cirata. "Kami akan lihat sampai Oktober nanti, apakah kemarau ini berdampak atau tidak," ujarnya seraya menyebutkan kapasitas produksi listrik di PLTA Cirata mencapai 1.008 megawatt.

Hujan buatan

Jika terjadi penyusutan, lanjut dia, pihaknya juga sudah memiliki antisipasi. Di antaranya dengan membuat hujan buatan. Namun, hal itu pun harus melalui berbagai prosedur dengan mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu, dia juga terus berkoordinasi dengan pengelola Waduk Saguling dan Jatiluhur untuk melakukan berbagai langkah antisipatif menghadapi kemarau ini. Pengendalian ketiga waduk ini pun di bawah koordinasi Balai Besar Wilayah Sungai Citarum.

"Sebab, ketiga waduk ini mendapatkan air dari satu sumber, yaitu Sungai Citarum, sehingga kami setiap bulan ada koordinasi untuk melakukan berbagai tindakan," tuturnya.

Seperti halnya Waduk Cirata, tinggi muka air di Waduk Saguling juga mengalami penurunan di musim kemarau ini. Namun, hal itu pun belum berdampak signifikan terhadap operasional PLTA.

General Manager Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Saguling Rusdiansyah mengungkapkan, saat ini TMA waduk berada di posisi 635 mdpl dari kondisi normal 645 mdpl. "Namun, ini belum begitu mengkhawatirkan. Kami masih bisa produksi," katanya seraya menambahkan, batas bawah TMA Waduk Saguling, yaitu 625 mdpl.

Dia juga menuturkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola Waduk Cirata dan Jatiluhur untuk melakukan pengendalian air waduk. Sejauh ini, dia memastikan kondisi Waduk Saguling masih aman dan operasional PLTA tidak terganggu.

Seperti diketahui, PLTA Saguling dan Cirata memasok kebutuhan listrik untuk Pulau Jawa dan Bali. Sumber air berasal dari Sungai Citarum yang kemudian mengisi Waduk Saguling lalu dialirkan ke Waduk Cirata dan Waduk Jatiluhur.***
 

Bagikan: