Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 22.1 ° C

PWNU Jabar Dirikan Pusat Halal

Mochammad Iqbal Maulud
ILUSTRASI produk halal.*/DOK PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI produk halal.*/DOK PIKIRAN RAKYAT

‎BANDUNG, (PR).- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat ‎meresmikan Pusat Halal di Kantor PWNU Jabar, Jalan Galunggung, Kota Bandung, Kamis, 22 Agustus 2019. Pusat Halal akan membantu pebisnis dan masyarakat mulai dari edukasi, advokasi, sampai sinergi.

"Ada tiga hal yang menjadi tujuan dibentuknya Pusat Halal ini. Pertama, sebagai edukasi bagi masyarakat seputar halal, karena halal bukanlah untuk umat Muslim saja namun juga untuk kepentingan umat manusia," kata Ketua Pusat Halal PWNU Jabar, KH Lukman Hakim.

Kedua, lanjut Lukman, adalah dari aspek pengusaha. NU menginginkan produk-produk yang beredar di masyarakat amelalui tahap pendampingan sebelum diedarkan. Sengan begitu, produk dipastikan halal dan aman dikonsumsi.

"Tentunya, dengan menggunakan produk halal ini akan bagus bagi perkembangan pribadi dan khususnya anak-anak. Anak-anak bisa jauh lebih berkembang daya ingatnya dengan terbiasa menggunakan produk halal tersebut," katanya.

Tujuan ke tiga, Lukman menambahkan, ia berharap Pusat Halal ini bisa melakukan edukasi, advokasi, serta melakukan sinergi karena bisa menjadi referensi produk makanan, minuman, kosmetik bio teknologi, dan pariwisata. Apalagi, penilaian halal menjadi kebutuhan global.

Ia mengatakan, PWNU Jabar memang baru sekarang membuat Pusat Halal untuk merespon undang-undang sekaligus peraturan pemerintah yang memberi ruang pada organisasi kemasyarakatan untuk mengedukasi soal produk halal. "Jadi kami ada di lembaga pemeriksaan halalnya. Kami juga ingin tugas halal tak hanya domain MUI, tapi semua stake holders. Ini sesuai undang-undang, jadi ayo sama-sama," katanya.

KETUA PWNU Jabar, KH Hasan Nuri Hidayatullah (baju putih), saat memberikan keterangan tentang peresmian Pusat Halal Nahdlatul Ulama Jawa Barat, di Kantor PWNU Jabar, Jalan Galunggung, Kota Bandung, Kamis, 22 Agustus 2019.*/MOCHAMAD IQBAL MAULUD

Pusat Halal tidak menerbitkan sertifikat, tapi mampu memeriksa dan memberikan advokasi

Lukman menilai, keberadaan Pusat Halal PWNU Jabar akan mempermudah masyarakat karena banyaknya produk yang beredar di masyarakat. Bila ada ormas atau kampus yang juga bisa memeriksa, maka informasinya akan lebih luas dan terbuka.

Dikatakannya, Pusat Halal PWNU Jabar yang merupakan pelopor lembaga pemeriksaan halal oleh ormas itu akan bersinergi dengan para pakar akademisi. Di antaranya akademisi dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Pendidikan Indonesia.

Layanan Pusat Halal itu akan dibuka setiap hari dilengkapi dengan tenaga editor dan berkolaborasi dengan laboratorium yang punya sertifikasi. "Namun, memang PWNU tak menerbitkan sertifikat, tapi hanya mengedukasi, advokasi, dan pencerahan," ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama RI, Sokosi, menyatakan, ia mendukung Pusat Halal yang dibuat oleh PWNU Jabar sebagai provinsi halal. "Ini mudah-mudahan menjadi pelopor dan akan diikuti ormas lain," katanya.

Sokosi mengatakan, Pusat Halal PWNU ini dibuat dengan tujuan membina kepentingan umat terkait produk halal. Kesadaran masyarakat perlu terus dibina mengenai pentingnya produk halal ini.

"Bahkan kini perda soal halal sudah ada di Jabar. Jadi, harus ada tindakan dari masyarakat. Lihat saja kini NU sebagai ormas, kini telah aware, tentang pentingnya halal tersebut," katanya.***

Bagikan: