Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Umumnya berawan, 24.4 ° C

Polisi Pemberi Miras kepada Mahasiswa Papua di Bandung Dibebastugaskan

Mochammad Iqbal Maulud
MASSA yang mengatasnamakan diri Mahasiswa Papua menggelar aksi di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis 22 Agustus 2019. Dalam aksinya, mereka menolak pernyataan rasisme terhadap orang Papua.*/ANTARA
MASSA yang mengatasnamakan diri Mahasiswa Papua menggelar aksi di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis 22 Agustus 2019. Dalam aksinya, mereka menolak pernyataan rasisme terhadap orang Papua.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Anggota kepolisian dari Polrestabes Bandung yang diduga memberikan minuman keras kepada mahasiswa Papua, Komisaris Polisi Sarce Christianty dibebastugaskan. Posisi dan kewenangannya digantikan Wakapolsek Sukajadi sementara.

Sebelumnya Sarce Christianty menerima pengembalian minuman keras dari mahasiswa Papua. Dia diduga sebagai pihak yang memberikan minuman keras pada mahasiswa-mahasiswa asal Papua itu. Sarce Christianty diduga telah memberikan dua kardus berisi minuman keras kepada mahasiswa Papua. Kejadian itu terjadi pada Kamis 22 Agustus siang.

"Jadi, hubungan Kompol Sarce dengan mahasiswa Papua sudah terjalin sejak lama. Diketahui pula hal ini terjadi karena hubungan emosional dengan para mahasiswa tersebut, karena Kompol Sarce berasal dari Indonesia Timur," kata Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat 23 Agustus 2019.

Menurut Truno, masalah konflik dengan warga Papua tidak terjadi di Jawa Barat. Apalagi sebelumnya Kapolda Jabar telah memberikan keterangan secara jelas bahwa masyarakat Papua dan masyarakat Jawa Barat guyub.

"Sementara Kompol Sarce kini sedang diperiksa oleh Bidang Propam Polda Jabar‎. Kami harus melihat fakta-fakta yang ada, proses ini dilaksanakan sejak Kamis 21 Agustus 2019," kata Truno.

Truno juga menjelaskan, kasus pemberian miras itu masih dipandang secara sepihak dari media sosial. Sehingga, dalam waktu yang tidak terlalu lama, Bidang Propam Polda Jabar akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di lapangan. "Jangan hanya sepihak, pokoknya," katanya.

Polda Jabar, khususnya Polrestabes Bandung, kata dia, jangan sampai terprovokasi oleh kasus itu. "Kasus ini belum jelas sumber dan kronologinya sedangkan kita harus sabar menunggu hasil proses pemeriksaan ini," katanya.

Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Irman Sugema membenarkan bahwa Komisaris Polisi Sarce Christianty merupakan anggotanya. "Sementara, kami tindak lanjuti terlebih dahulu dengan mengumpulkan bukti-bukti yang ada," katanya.

Karena tengah menjalani proses pemeriksaan di Bidang Propam Polda Jabar, kata Irman, Sarce Christianty dibebastugaskan untuk sementara. "Ini untuk melancarkan proses pemeriksaan di Bidang Propam Polda Jabar. Kalau nantinya terbukti, tidak segan Polrestabes Bandung akan memberikan sanksi tegas," katanya.

Irman mengimbau masyarakat, khususnya di Kota Bandung untuk tidak mudah terprovokasi kabar di media sosial.

"Kita harus lakukan klarifikasi terlebih dahulu dari media sosial ini, jangan sampai berita yang belum jelas kebenarannya mengancam keamanan dan ketertiban Kota Bandung," katanya.***

Bagikan: