Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Air Sungai Citarum Akan Bisa Diminum Setelah Ditaburkannya Bakteri MR 8

Handri Handriansyah
DANSEKTOR 6 Citarum Harum Yudi Zanibar, dibantu personelnya, menuangkan cairan bakteri pengurai limbah yang berfungsi untuk membersihkan air sungai dari polutan yang terkandung di oxbow Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jumat 23 Agustus 2019. Sebanyak 372 jerigen berkapasitas masing-masing 30 liter cairan bakteri pengurai limbah dituangkan ke aliran Sungai Citarum.*/ADE MAMAD/PR
DANSEKTOR 6 Citarum Harum Yudi Zanibar, dibantu personelnya, menuangkan cairan bakteri pengurai limbah yang berfungsi untuk membersihkan air sungai dari polutan yang terkandung di oxbow Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jumat 23 Agustus 2019. Sebanyak 372 jerigen berkapasitas masing-masing 30 liter cairan bakteri pengurai limbah dituangkan ke aliran Sungai Citarum.*/ADE MAMAD/PR

SOREANG, (PR).- Satuan tugas (Satgas) Citarum Harum menaburkan ratusan jeriken bakteri MR 8 untuk menjernihkan air di oxbow Sungai Citarum Sektor 6 di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jumat 23 Agustus 2019.

Selain menjernihkan air, bakteri MR 8 diketahui bisa menetralisasi racun yang mengendap di lumpur di dasar sungai sehingga airnya jernih dan bisa dimanfaatkan.

Menurut Komandan Sektor 6 Citarum Harum Kolonel Infanteri Yudy Zanibar, Oxbow Bojongsoang menjadi percontohan awal pemanfaatan bakteri MR 8. "Jika hasilnya sudah terbukti, diharapkan airnya bisa digunakan untuk keperluan masyarakat," ucapnya.

Yudi mengatakan, bakteri MR 8 diperkirakan bisa menjernihkan air dan menetralisasi racun di dalamnya selama sekira 7 hari. Oleh karena itu, setelah rentang waktu tersebut, dia akan kembali memeriksa mutu air di lokasi oxbow tersebut.

Terkait fungsi oxbow Bojongsoang, Yudi menegaskan bahwa lokasi itu merupakan penahan air sementara saat air di Sungai Cikapundung meluap pada musim hujan. Sebaliknya, saat kemarau, air yang tertampung diupayakan agar bisa dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat.

PENUANGAN cairan bakteri pengurai limbah yang berfungsi untuk membersihkan air sungai dari polutan yang terkandung di oxbow Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jumat 23 Agustus 2019. Sebanyak 372 jerigen berkapasitas masing-masing 30 liter cairan bakteri pengurai limbah dituangkan ke aliran Sungai Citarum.*/ADE MAMAD/PR

Dalam hal ukuran, kata Yudi, oxbow Bojongsoang memiliki lebar sekira 40 meter dengan panjang 960 meter. Oleh karena itu, oxbow tersebut memiliki daya tampung air yang cukup besar.

Dengan memanfaatkan bakteri MR 8, diharapkan air tersebut bisa menjadi jernih sehingga bisa dimanfaatkan setidaknya untuk mandi dan cuci. Jika berhasil, bukan tidak mungkin aplikasi bakteri serupa bisa dilakukan di lokasi lain.

Bisa diminum kurang dari sepekan

Sementara itu, General Manager PT Pusaka Agro Pasifik Joni Hendra mengatakan, bakteri MR 8 yang ditaburkan di oxbow Bojongsoang berjumlah sekira 275 jeriken. Jumlah itu diharapkan cukup untuk mengurai racun sisa limbah masyarakat dan industri tekstil.

"Pada prinsipnya, bakteri bekerja menguraikan kandungan (racun) dalam air sehingga kadar COD, BOD, dan oksigennya terpenuhi. Dengan kadar tiga senyawa tersebut yang memadai, mahluk hidup seperti ikan bisa bertahan di dalamnya serta airnya setidaknya aman untuk irigasi," kata Joni.

Dia mengataan, selama proses penjernihan, dia akan terus melakukan perawatan dengan cara memberikan nutrisi kepada bakteri MR 8 yang diklaim ramah terhadap manusia itu.

"Sejak ditebar, 3-6 hari air akan mulai terlihat jernih dan bisa digunakan bahkan untuk bahan baku air minum," ucapnya.***

Bagikan: