Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 22.1 ° C

Anggota Polres Cianjur yang Terbakar saat Kerusuhan Massa di Cianjur sudah Ditangani RSHS

Novianti Nurulliah
APARAT kepolisian memberikan pertolongan pertama pada anggota yang terbakar, di Pendopo Cianjur, Kamis, 15 Agustus 2019. Tiga orang polisi mengalami luka parah setelah terbakar, satu diantaranya harus dirujuk ke Jakarta karena mengalami luka hingga 80 persen.*/SHOFIRA HANAN/PR
APARAT kepolisian memberikan pertolongan pertama pada anggota yang terbakar, di Pendopo Cianjur, Kamis, 15 Agustus 2019. Tiga orang polisi mengalami luka parah setelah terbakar, satu diantaranya harus dirujuk ke Jakarta karena mengalami luka hingga 80 persen.*/SHOFIRA HANAN/PR

BANDUNG,(PR).- Tim dokter spesialis bedah plastik RSUP dr Hasan Sadikin berhasil menambal luka bakar Bripda Yudi Muslim, polisi yang menjadi korban kericuhan di Cianjur pekan lalu. Tim dokter berhasil melakukan penambalan kulit Yudi dalam waktu tiga jam mulai dari pukul 12.30 hingga 15.30, Kamis, 22 Agustus 2019.

Spesialis bedah plastik RSHS dr Hardisiswo Soedjana menuturkan penambalan tangan kanan dilakukan karena luka Yudi merupakan luka dalam atau grade 3. Sehingga pihaknya harus melakukan penambalan kulit yang berasal dari kulit paha pasien.

"Ternyata di kamar operasi setelah kita buka lukanya, hampir seluruh luka di tangan kanan itu dalam sekali jadi grade 3. Hampir semua dilakukan penambalan, dibuka (jaringan kulit), dibuang jaringan matinya dan setelah itu ngambil donor kulit dari paha kanan dan ditambalkan hampir 80 persen ditambalkan," ucap dia usai operasi pada wartawan.
 

Hadi berharap usai operasi jaringan yang ditambal bisa hidup sehingga tinggal sedikit yang tersisa yang diharapkan sembuh dengan sendirinya. Pihaknya pun memasang gips dan membalut tangan kanan Yudi. 

Sementara untuk lehernya. lanjut Hadi, cukup bagus penyembuhannya. Di lehernya sudah ada mulai kulit baru sehingga tidak perlu dibedah hanya dibersihkan saja menggunakan antibiotik.

Sebelumnya, RSHS menangani dua polisi korban luka bakar rujukan dari RSUD Cianjur. Mereka adalah Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon. 

Hadi mengatakan kedua pasien tersebut memiliki luasan luka yang berbeda. Yudi Muslim alami luka bakar 13,5 persen, sedangkan FA Simbolon 6,5 persen. Salah satu di antaranya yaitu Yudi Muslim kemungkinan harus menjalani tindakan operasi penambalan kulit karena luka bakar yang cukup dalam. Sementara itu, luka FA Simbolon tidak terlalu luas di bagian leher, dada dan lengan kanan atas.

Peristiwa ini diawali dari aksi Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus Cianjur yang mengkritisi pemkab berakhir ricuh pada Kamis, 15 Agustus 2019. Tiga orang polisi mengalami luka bakar karena tersambar api dari dus bekas air mineral yang dibakar massa. Atas kejadian itu, sebanyak 13 massa aksi diamankan oleh aparat kepolisian.

Saat salah satu massa membawa ban ke lokasi, aparat khawatir massa akan membakarnya. Petugas lantas sigap mengamankan dua buah ban tersebut. Massa merasa tidak terima dan langsung menantang petugas polisi. Adu mulut kembali terjadi, sampai akhirnya massa nekat membakar kardus air mineral.

”Ketika petugas mau memadamkan api, ada yang menyiramkan bensin ke arah api. Akhirnya sejumlah petugas yang berada sangat dekat dengan api pun tersambar,” ujar Anggota Patroli Satlantas Polres Cianjur Brigadir Dua, Aryo, yang saat itu berada tepat di lokasi.***

Bagikan: