Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Ulama Diminta Perbanyak Dakwah Soal Isu Lingkungan

Sarnapi
WARGA mengolah lahan pertanian miliknya di sisi Sungai Citarum dengan kondisi terpapar limbah dengan warna kehitaman dari sungai Jadun yang merupakan anak sungai Citarum di Kampung Cicukang, Desa Mekarrahayu, Margaasih, Kabupaten Bandung. Rabu (20/2/2019). Upaya pemerintah terkait memulihan Sungai Citarum melalui program Citarum Harum, akan menggelontorkan dana sebesar 605 milyar rupiah yang akan dicairkan di bulan Maret mendatang.*/ADE MAMAD/PR
WARGA mengolah lahan pertanian miliknya di sisi Sungai Citarum dengan kondisi terpapar limbah dengan warna kehitaman dari sungai Jadun yang merupakan anak sungai Citarum di Kampung Cicukang, Desa Mekarrahayu, Margaasih, Kabupaten Bandung. Rabu (20/2/2019). Upaya pemerintah terkait memulihan Sungai Citarum melalui program Citarum Harum, akan menggelontorkan dana sebesar 605 milyar rupiah yang akan dicairkan di bulan Maret mendatang.*/ADE MAMAD/PR

SOREANG,(PR).- Bupati Bandung H. Dadang M. Naser meminta alim ulama untuk ikut mendakwahkan kesadaran membayar zakat dan memelihara lingkungan. Kedua masalah itu masih menjadi ganjalan dalam pembangunan Kabupaten Bandung khususnya masalah lingkungan hidup.

"Pembangunan lingkungan hidup merupakan hal terberat sebab berkaitan dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan," kata Dadang M. Naser dalam rapat pimpinan MUI Kabupaten Bandung di Gedung M. Toha, Rabu, 21 Agustus 2019.

Selain itu, bupati menambahkan, kesadaran membayar zakat maupun infak juga harus terus ditumbuhkan agar bisa mengurangi kemiskinan dan masalah warga. "Kalau masyarakat, PNS, maupun kalangan mampu membayar infak Rp 100.000/tahun, maka dalam setahun bisa terkumpul dana zakat dan infak Rp 100 miliar," ujarnya.

Sedangkan Ketua Umum MUI Kabupaten Bandung, KH. Yayan Hasuna Hudaya mengatakan, rapat pimpinan MUI Kabupaten Bandung diikuti 400 orang dari pengurus MUI kabupaten, MUI kecamatan, dan MUI desa/kelurahan.

"Alhamdulillah MUI Kabupaten Bandung mendapatkan dana operasional dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp 2,8 miliar yang dibagi untuk MUI desa/kelurahan Rp 7,5 juta/tahun dan MUI kecamatan Rp 10 juta/tahun," katanya.

Dia menambahkan, salah satu masalah dalam penyaluran bantuan hibah Pemkab Bandung adalah laporan pertanggungjawaban dananya. "Karena alim ulama amat jarang membuat laporan pertanggungjawaban kalau menerima uang. Jangan sampai hibah ini dianggap hadiah melainkan digunakan untuk operasional MUI," katanya.

Kiai Yayan juga mengajak alim ulama untuk mendakwahkan zakat apalagi Pemkab Bandung menggelorakan gerakan sejuta Muzakki. "Tak bisa dengan Baznas atau camat, namun harus dengan dukungan ulama. Kalau ulama belum bisa berzakat minimal mengajak masyarakat untuk zakat dan infaq," katanya.***

Bagikan: