Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Cerah berawan, 30 ° C

Pengamat: Kartu Truf Pilkada Kabupaten Bandung Ada di Trah Obar Sobarna

Hendro Susilo Husodo
ILUSTRASI pilkada serentak.*/DOK. KABAR BANTEN
ILUSTRASI pilkada serentak.*/DOK. KABAR BANTEN

BANDUNG, (PR).- Partai Golkar masih terus menggodok nama calon kepala daerah yang bakal diusung untuk Pilkada Serentak 2020. Meski begitu, khusus untuk di Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Bandung, Golkar diyakini punya kans besar untuk menang, apalagi jika trah Obar Sobarna kembali masuk dalam persaingan.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, saat ini pembahasan pilkada masih belum menjadi pembicaraan. Golkar, kata dia, baru akan melakukan survei nama-nama tokoh yang memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas untuk bertarung di Pilkada Serentak 2020 pada Oktober mendatang.

"Kami belum lihat survei, dan kami belum bicara tentang itu (trah Obar). Namun, spirit di Kabupaten Bandung, Golkar harus kembali menang menjadi Bupati Bandung," kata Dedi, seusai menjadi pembicara di acara Talkshow Sundalineals di Jalan Bukit Pakar Utara, Kota Bandung, Selasa, 20 Agustus 2019. 

Selain di Kabupaten Bandung, menurut dia, Golkar pun memiliki semangat untuk memenangi pilkada di daerah-daerah yang lain, seperti di Kabupaten Tasikmalaya dan Cianjur. Pada Pilkada Serentak 2020, di Jabar terdapat delapan kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada.

Lobi politik

Terpisah, peneliti dari Universitas Padjadjaran, Yogi Suprayogi mengatakan, walaupun Pilkada Serentak 2020 dilaksanakan pada September tahun depan, lobi-lobi partai politik semestinya sudah dilakukan sejak saat ini. Pun demikian dengan pencarian sosok untuk dicalonkan sebagai kepala daerah.

"Khusus untuk di Kabupaten Bandung, kalau melihat konstelasi politik, memang ada beberapa bakal calon yang ramai. Namun, sebetulnya ada satu hal yang perlu dipertanyakan, trahnya Pak Obar ke mana? Maksudnya, Kabupaten Bandung itu kan selalu, dari dulu, Pak Obar jadi kekuatan politik. Pak Dadang Nasser (Bupati Bandung saat ini) kan mantunya," katanya.

Pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 pun, kata dia, Golkar di Kabupaten Bandung yang dipimpin oleh Dadang Naser meraih kursi terbanyak di DPRD. Oleh karena itu, Yogi menilai, parpol yang lain mesti menaruh perhatian besar terhadap Golkar, terutama jika partai berlambang pohon beringin itu mencalonkan keturunan Obar.

"Karakter di Kabupaten Bandung itu beda dengan di daerah lain. Klan Pak Obar atau Pak Dadang itu sangat kuat. Mungkin lagi ada proses bargaining. Beliau ini ibaratnya sedang test the water. Dia sedang melihat keadaan dulu, siapa yang bakal dicalonkan dari partai lain. Saya yakin, kartu truf itu ada di keluarga beliau," katanya.

Yogi yang merupakan pakar administrasi publik menyatakan, kepala daerah selanjutnya di Kabupaten Bandung memiliki sejumlah tantangan, karena daerah tersebut bakal disibukkan dengan kemajuan di Kota Bandung. Persoalan infrastruktur dan indeks pembangunan manusia, kata dia, perlu jadi perhatian.

"Kalau masalah pangan, menurut saya, Pak Dadang sudah cukup berhasil. Sekarang Soreang juga sudah mulai tertata, tinggal diteruskan. Namun, Kabupaten Bandung akan menghadapi generasi tua di birokrasi. Banyak orang yang akan menua di birokrasi, jadi reformasi birokrasi bakal jadi tantangan," katanya.***

Bagikan: