Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Paguyuban Pasundan Jalin Kerjasama Bidang UKM dengan Negara-Negara Islam Dunia Ketiga

Mochammad Iqbal Maulud
KETUA Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi saat menerima kunjungan President ICSB Ahmed Osman yang didampingi oleh President ICSB sebelumnya Ki Chan Kim, di Paguyuban Pasundan di Jalan Sumatera, Kota Bandung pada Rabu 21 Agustus 2019.*/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR
KETUA Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi saat menerima kunjungan President ICSB Ahmed Osman yang didampingi oleh President ICSB sebelumnya Ki Chan Kim, di Paguyuban Pasundan di Jalan Sumatera, Kota Bandung pada Rabu 21 Agustus 2019.*/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR

BANDUNG, (PR).- Paguyuban Pasundan menerima kunjungan President International Council for Small Business (ICSB) Ahmed Osman dari Mesir. Organisasi tersebut diketahui bergerak di bidang industri kecil dan menengah‎ di negara berkembang.

Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi menyatakan kunjungan tersebut sangat selaras dengan misi Paguyuban Pasundan. "Kerjasama dalam bidang ekonomi ini adalah untuk memerangi kemiskinan demi masyarakat Indonesia dan juga dunia, khususnya di negara-negara Islam," kata Didi di Paguyuban Pasundan, di Jalan Sumatera, Kota Bandung pada Rabu 21 Agustus 2019.

Menurut Didi selain mengembangkan bidang ekonomi, pertemuan ini pun sebagai sarana memperluas jaringan ekonomi tersebut. Khususnya dalam bidang usaha kecil dan menengah yang tidak memerlukan modal banyak namun bisa sangat menguntungkan.

"Ada contoh yang bagus semisal di Republik Kepulauan Fiji di Selatan Pasifik. Di Negara yang tergolong Negara kecil tersebut terdapat pengolahan singkong, yang hasilnya diekspor ke berbagai Negara maju. Semisal Australia," ucapnya.

Paguyuban Pasundan pun karena itu, lanjut Didi sangat ingin berperan dalam memajukan ekonomi Indonesia. Terlebih saat ini ada sekitar 1.400 UKM yang ada di berbagai pulau yang dibina oleh Paguyuban Pasundan. "Baik dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, NTB bahkan hingga Papua," katanya.

Dia menjelaskan, Paguyuban Pasundan pun kini telah menjalin kerjasama dengan Kementrian Koperasi dan UKM di Jakarta. Tujuannya adalah untuk memuluskan langkah Paguyuban Pasundan untuk bisa membantu UKM-UKM di Negara-Negara lainnya di luar Indonesia.

"Kami dengan Kementrian Koperasi dan UKM telah mengkonsultasikan model bisnis yang akan dipakai nantinya. Negara muslim pun akan diprioritaskan dalam kerjasama pengembangan UKM tersebut, selain itu kita pun bekerjasama pula dengan LPDB (Lembaga Penyalur Dana Bergulir) untuk pengembangan tersebut," katanya.

Dana dari LPDB tersebut lanjut Didi akan menggulirkan dana yang tidak sedikit yaitu triliunan rupiah. "Karenanya Paguyuban Pasundan kini tengah fokus membangun partnership melalui organisasi. Tujuannya tentunya untuk mengembangkan UKM di Negara dunia ketiga yang mayoritasnya muslim," ucapnya.

President ICSB Ahmed Osman menyatakan kunjungannya ke Paguyuban Pasundan tersebut adalah untuk pertama kalinya. Dia pun sangat senang dengan situasi dan alam Jawa Barat, namun yang utama Ahmed sangat antusias menjalin kerjasama dengan Paguyuban Pasundan.

"Paguyuban Pasundan sangat luar biasa sebagai organisasi yang besar, dan semoga kerjasama yang akan dijalankan akan berjalan dengan lancar dan sukses," katanya didampingi‎ President ICSB  periode 2017- 2018 Ki-Chan Kim dan President World Marketing Association Hermawan Kertajaya.

Pada kesempatan tersebut Ahmed dan rombongan disambut tarian mapag panganten dan musik gamelan. Selain itu sebuah pin Paguyuban Pasundan disematkan pada Ahmed dan Ki-Chan Kim sekaligus juga adanya prosesi pengalungan bunga.

Seusai acara wakil dari ICSB pun satu persatu diberikan kenang-kenangan berupa alat musik angklung. Seperti diketahui angklung merupakan alat musik yang menjadi ikon ‎Jawa Barat sebagai tempat berdirinya Paguyuban Pasundan.***

Bagikan: