Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Limbung karena Pusing, Wiwi Tewas Tercebur ke Sumur

Handri Handriansyah
LOKASI sumur dimanakan korban ditemukan tewas.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR
LOKASI sumur dimanakan korban ditemukan tewas.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR

SOREANG, (PR).- Seorang warga, Wiwi (55) ditemukan meninggal dunia setelah tercebur ke sumur di rumahnya di Kampung Cilebak, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu 21 Agustus 2019. Kejadian tersebut diduga terjadi karena Wiwi tengah dalam kondisi sakit dan mendadak pusing sesaat sebelum tubuhnya terjatuh ke dalam sumur.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Sudrajat mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.40 WIB. "Menurut pengakuan suami korban, Komar, ia mendengar suara dari dalam sumur sekitar tiga menit setelah kejadian," ujarnya saat dihubungi Rabu (21/8/2019).

Mengetahui istrinya masuk ke dalam sumur, kata Sudrajat, Komar langsung memanggil tim penyelamat Diskar Kabupaten Bandung untuk meminta bantuan. Tim tersebut pun langsung tiba di lokasi sepuluh menit kemudian dan langsung melakukan evakuasi.

"Evakuasi berakhir sekitar pukul 12.56 WIB. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," kata Sudrajat.

Kapolsek Baleendah Komisaris Priyono pun membenarkan kejadian tersebut. "Betul tadi ada warga atas nama Wiwi yang meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumur," ujarnya.

Dari keterangan keluarga korban, kata Priyono, pihaknya mendapat informasi bahwa korban memang dalam kondisi sakit saat kejadian. Soalnya sudah sejak lama ia mengidap epilepsi yang diduga kambuh saat menimba air di sumur tersebut.

"Hal itu juga dikuatkan oleh keterangan saksi-saksi lain di TKP. Mereka mengatakan bahwa korban mengeluh pusing sebelum terjatuh dan mereka mendengar suara benda tercebur ke dalam air," kata Priyono.

Menurut Priyono, keluarga dan petugas penyelamat Diskar sudah sempat mencoba menolong korban. Sayang Wiwi sudah tak bernyawa saat tubuhnya berhasil diangkat dari dalam sumur.

Sementara itu salah seorang petugas penyelamat Diskar Kabupaten Bandung Nauval Mujahid menegaskan, pihaknya sudah berusaha melakukan evakuasi secepat mungkin untuk menyelamatkan nyawa korban. Namun ukuran sumur yang sangat kecil menyulitkan petugas dalam proses, sehingga evakuasi memakan waktu lebih dari satu jam.

"Kami harus sangat teliti dan berhati-hati saat melakukan evakuasi terlabih saat mengangkat tubuh korban kembali ke atas permukaan. Soalnya sumur tersebut hanya berukuran diameter sekitar 50 sentimeter dengan kedalaman lebih dari 10 meter," kata Nauval.***

Bagikan: