Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Stadion Sangkuriang Akan Direnovasi Mulai 2020

Ririn Nur Febriani
STADION Sangkuriang, Cimahi.*/DEDEN IMAN/PR
STADION Sangkuriang, Cimahi.*/DEDEN IMAN/PR

CIMAHI, (PR).- Masyarakat Kota Cimahi terus menagih janji Pemkot Cimahi merevitalisasi Stadion Sangkuriang. Stadion legendaris yang saat ini kondisinya kian tak terurus dipastikan akan direnovasi mulai tahun 2020 mendatang.

"InsyaAllah mulai tahun 2020 pembangunan fisik untuk perbaikan Stadion Sangkuriang bakal dilakukan," ujar Walikota Cimahi Ajay M. Priatna, Selasa, 20 Agustus 2019.

Tak hanya stadion saja, revitalisasi yang bakal dilakukan termasuk peningkatan sarana prasarana pendukung. Terutama, pembuatan lahan parkir di basement dan merobohkan Gor Sangkuriang untuk menjadi area sarana olahraga terbuka.

Namun, perbaikan kemungkinan tidak akan langsung rampung seluruhnya. Sebab, Pemkot Cimahi baru mengantongi anggaran revitalisasi Sangkuriang yang bersumber dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp100 miliar. Bantuan tersebut juga menanti kepastian karena masih dalam pembahasan APBD Prov. Jabar 2020.

"Sudah ada kepastian dari banprov Rp 100 miliar, memang masih butuh lebih besar keuangannya," ucapnya.

Berdasarkan Detail Engineering Design (DED), revitalisasi total Stadion Sangkuriang membutuhkan anggaran sekitar Rp 278 miliar. "Untuk renovasinya kita kerjakan sebagian dulu, jadi akan tetap mengikuti DED. Bertahap," katanya.

Untuk sisa kekurangan anggaran yang dibutuhkan, Ajay menyatakan bakal mengajukan proposal bantuan ke Kementrian Pemuda dan Olahraga.

"Kalau dari APBD Kota Cimahi, jujur saja agak berat. Jadi upayakan melalui bantuan, akan coba mengajukan Kemenpor. Kalau secara lisan sudah berbicara tinggal ditindaklanjuti," ucapnya. 

Ajay berharap masyarakat bisa bersabar menunggu proses revitalisasi Sangkuriang sebagai stadion kebanggaan Kota Cimahi sebab anggaran yang diperlukan sangat besar. Apalagi, Kota Cimahi kini memiliki klub sepakbola PSKC yang sedang berlaga di Super Jalapa Liga 3 dengan target lolos ke Liga 2 pada musim depan bakal membutuhkan stadion hombase.

"Kita upayakan agar selesai sepenuhnya, meski bertahap tapi tidak terlalu lama. Masyarakat nanti bisa menikmati fasilitas yang ada di stadion itu," ujarnya. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Dikdik S. Nugrahawan, menambahkan, keputusan revitalisasi Stadion Sangkuriang tetap mengikuti DED berdasarkan rapat internal dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi. 

"Sempat ada keinginan memanfaatkan Rp 100 miliar sesuaikan dengan pengerjaannya. Tapi khawatir jadi temuan BP karena perencanaan yang tercantum dalam DED tidak dilaksanakan. Akhirnya diputuskan tetap sesuai DED," kata Dikdik. 

Pihaknya menyerahkan pelaksanaan pengerjaan renovasi ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. "Kemungkinan lelang dan pengerjaannya oleh provinsi. Jadi pemerintah daerah sebagai penerima manfaat," ucapnya.

Banyak masyarakat menagih janji Walikota-Wakil Walikota Cimahi Ajay M. Priatna-Ngatiyana untuk segera merevitalisasi kawasan Sangkuriang. Tuntutan warga, gar fungsinya bisa dioptimalkan sebagai sarana olahraga masyarakat dan pembinaan atlet Kota Cimahi.

Stadion Sangkuriang dibangun sekitar tahun 1970-an saat masih berstatus wilayah Kab. Bandung sebagai homebase klub sepakbola Persikab. Setelah Kota Cimahi mandiri tahun 2001, Gor dan Stadion Sangkuriang menjadi salah satu aset yang dihibahkan Kabupaten Bandung ke Kota Cimahi. 

Rencana renovasi Stadion Sangkuriang yang pernah dikelola Perusahaan Daerah Jati Mandiri (PDJM) tersebut sebelumnya sempat akan dilakukan pada tahun 2019, namun batal dilaksanakan karena tak ada anggaran. Termasuk, tak ada anggaran pemeliharaan sehingga kondisinya tak terawat.***

Bagikan: