Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.8 ° C

Ridwan Si Pemberi Minum Anggota Polisi Terbakar Diberikan Penghargaan, dan Akan Dibantu Jadi Polisi

Mochammad Iqbal Maulud
MOCHAMMAD Ridwan Suryana (18) siswa SMK 1 Pasundan Cianjur yang memberikan air pada anggota kepolisian yang alami luka bakar saat demo di Cianjur beberapa waktu lalu memberika  keterangan di ruang Kabid Humas Polda Jabar, didampingi Kasubdit Penmas Polda Jabar Ajun Komisaris Besar Polisi Santi Gunarti dan Kepsek Yeti Rohaeti pada Senin 19 Agustus 2019.*/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR
MOCHAMMAD Ridwan Suryana (18) siswa SMK 1 Pasundan Cianjur yang memberikan air pada anggota kepolisian yang alami luka bakar saat demo di Cianjur beberapa waktu lalu memberika keterangan di ruang Kabid Humas Polda Jabar, didampingi Kasubdit Penmas Polda Jabar Ajun Komisaris Besar Polisi Santi Gunarti dan Kepsek Yeti Rohaeti pada Senin 19 Agustus 2019.*/MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR

BANDUNG, (PR).- Mochammad Ridwan Suryana (18) siswa SMK yang memberikan air pada polisi yang terbakar saat demo di Cianjur beberapa waktu, lalu diberi penghargaan oleh ‎Kapolda Jabar, Inspektur Jenderal Polisi Rudy Sufahriadi.

Penghargaan ini diberikan langsung di Ruang Kapolda Jabar di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung pada Senin 19 Agustus 2019. Pada pemberian penghargaan tersebut Ridwan didampingi kedua orantuanya dan Kepala Sekolah SMK 1 Pasundan Cianjur Yeti Rohaeti.

"Saya berterima kasih kepada Kapolda Jabar yang telah memberikan saya penghargaan ini. Meski pada saat menolong korban terbakar saya melakukannya dengan ikhlas karena pertolongan tersebut merupakan tindak kemanusiaan yang harus dilakukan," kata Ridwan saat berkunjung ke Mapolda Jabar.

Menurut Ridwan saat menolong memberikan air pada Aiptu yang kini sudah menjadi Ipda Erwin Yudha kondisi sangat mencekam. "Anggota kepolisian yang lain pada saat itu sedang berusaha mengejar pelaku pembakaran tersebut. Begitu pun warga yang berada di lokasi," ucapnya.

Dikarenakan korban teriak-teriak histeris karena alami luka bakar tersebut, Ridwan yang sedang istirahat saat PKL di Pemda Kabupaten Cianjur pun tidak tinggal diam. "Saya lalu bawak‎an air pada Pak Polisi, sambil menuntunnya untuk istighfar, khawatir kalau-kalau itu saat-saat terakhir Pak Polisinya di dunia ini, beruntung tapi akhirnya bisa selamat," katanya.

Ridwan yang sejak kecil bercita-cita menjadi anggota polisi tersebut mengaku tak ada rasa takut sedikit pun saat menolong. Menurut Ridwan tidak perlu kemampuan khusus untuk berbuat sesuatu demi kemanusiaan di muka bumi ini.

"Saya pun setelah menolong Pak Polisi berusaha memanggil siapa saja yang ada di situ. Baik dari polisi itu sendiri maupun Satpol PP dan masyarakat. Pak Polisi pun akhirnya diberangkatkan dengan menggunakan angkutan kota ke rumah sakit pasca saya meminta tolong," katanya.

Orang tua, Ridwan, Maman Supriyadi (46) pun merasa bangga dengan anaknya tersebut. Namun meski demikian Maman kaget, saat dirinya dihubungi oleh anggota Polres Cianjur setelah kejadian.

"Saya sedang ‎bekerja di Cilacap, Jawa Tengah saat kejadian, namun tidak mengetahui apa-apa yang terjadi di Cianjur. Hal ini karena saya tidak memiliki ponsel terkini yang bisa ini itu, jadi saya tidak tahu berita di lapangan. Namun saat mendapat kabar anak saya akan diberi penghargaan saya sangat bangga," kata Maman.

Kepala Sekolah SMK 1 Cianjur Yeti Rohaeti, pun sempat kaget saat ada demo yang menyebabkan 4 orang anggota Polisi terbakar. Apalagi dia mengetahui ada siswa-siswanya yang sedang magang di Kantor Pemda Cianjur yang didemo tersebut.

"Untungnya berita yang saya terima itu bagus, anak didik saya bisa berbuat baik semacam itu, tidak ada rasa takut sedikit pun. Padahal di sekolah, Dada (panggilan akrab Ridwan) adalah anak yang pendiam, hanya saja jika melakukan sesuatu tidak pernah neko-neko," katanya.

Di sekolahnya pun lanjut Yeti, nilai Ridwan tergolong amat baik, sementara saat melaksanakan magang di Pemda Cianjur, SMK 1 Pasundan Cianjur pun memfasilitasinya. Seperti diketahui Ridwan merupakan siswa kelas XII jurusan akuntansi.

Kapolda Jabar, Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi menambahkan cita-cita Ridwan untuk menjadi anggota kepolisian akan dibantu sedemikian rupa. Hal ini dikarenakan potensi kemanusiaan yang dimiliki Ridwan sudah sangat jarang diketemukan pada saat ini.

"Kami akan bantu Ridwan, sementara untuk kasus pembakaran 4 orang anggota polisi ini masih terus dikembangkan.‎ Jadi kami dari Polda Jabar akan segera merilisnya jika semuanya sudah selesai. Sementara ini satu orang korban masih berada di Rumah Sakit Pertamina Jakarta, sementara 3 lainnya berada di Bandung," katanya.***

Bagikan: