Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Perangi Narkoba Sampai ke Pelosok, BNN Berdayakan Aparat Desa

Cecep Wijaya Sari
ILUSTRASI/REUTERS
ILUSTRASI/REUTERS

NGAMPRAH, (PR).- Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bandung Barat meminta agar semua kepala desa turut berperan aktif dalam melakukan pencegahan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Apalagi, saat ini narkoba sudah merambah daerah-daerah pinggiran dengan target di antaranya para pelajar.

Kepala BNN Bandung Barat, Sam Norati Martiana mengatakan bahwa pihaknya telah menyosialisasikan program Pencegahan Pemberantasan Peredaran dan Penyalahgunaan Gelap Narkoba (P4GN) kepada dokter di setiap puskesmas di Bandung Barat. "Berikutnya kami akan lakukan kepada para kepala desa. Harapannya, kepala desa bisa menjadi agen P4GN di wilayahnya," kata Sam.

Menurut dia, peran kepala desa sangat penting dalam menyukseskan program ini. Apalagi, Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat menjadikan Kabupaten Bandung Barat sebagai salah satu kabupaten percontohan program P4GN. 

Kepala desa juga bisa menggulirkan kebijakan dalam dukungan kegiatan P4GN melalui ADD, mengingat alokasi anggaran tersebut tidak semuanya dialokasikan untuk pekerjaan fisik. "Sebab kalau mengandalkan BNN, tentu kami tidak bisa menjangkau semuanya, sehingga butuh kerja sama dari berbagai pihak termasuk aparat desa," katanya.

Dia mengungkapkan, berdasarkan angka prevelensi pengguna narkoba hasil penelitian Universitas Indonesia (UI) secara nasional, Jawa Barat merupakan yang tertinggi. "Sejauh ini, wilayah (di Bandung Barat) dengan kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang paling tinggi, masih di Kecamatan Lembang, Padalarang, Batujajar, dan Cikalongwetan," ujarnya.

Namun secara keseluruhan, peredaran dan penyalahgunaan narkoba cukup marak dan terjadi di 16 kecamatan di seluruh Bandung Barat. Sebagian besar didominasi obat-obatan yang mudah dan murah didapatkan.

"Mereka membeli obat di apotek ataupun toko obat dalam jumlah banyak untuk dikonsumsi. Hal ini juga terus kami awasi, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan," kata Sam.

Untuk meminimalisasi ruang gerak peredaran narkoba, dia menambahkan, BNN Bandung Barat tahun ini mempersiapkan 3 desa dan 15 sekolah masuk program Bersinar (bersih narkoba). Melalui program ini, desa dan sekolah diharapkan menjadi pelopor dalam upaya pemberantasan narkoba. Ketiga desa tersebut yaitu Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, dan Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah. Sementara itu, 15 sekolah yang dipersiapkan menjadi Sekolah Bersinar tersebar di beberapa kecamatan. 

Program Desa dan Sekolah Bersinar merupakan program pusat yang ditindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Jabar Nomor 354/09/Yanbangsos tentang  Program Penguatan Pencegahan, Pemberantasan, dan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). "Kemudian, itu ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Bupati Bandung Barat Nomor 440/523/Kesra tentang P4GN," ujar Sam.***

Bagikan: