Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Berawan, 20 ° C

Dijadikan Tersangka, Mantan Pjs Dirut PD Pasar Bandung Bermartabat Melawan

Yedi Supriadi
Pasar Baru Trade Center.*/ADE BAYU INDRA/PR
Pasar Baru Trade Center.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Mantan Pjs Dirut PD Pasar Bandung Bermartabat, Andri Salman mengajukan praperadilan kepada Pengadilan Negeri Bandung atas penetapan tersangka dirinya oleh penyidik Kejaksaan Negeri Bandung. Praperadilan tersebut sidang perdananya digelar pada Senin, 19 Agustus 2019.

Andri Salman selama praperadilan ini dikuasakan kepada lima orang pengacara,  Iwan Agustian, Dr Heri Gunawan, Indra Kesuma, Iwan Supriatna Baktidan Randy Rexana Putra.

Dalam sidang yang dipimpin oleh hakim tunggal Asep Sumirat, salah seorang pengacara Dr Heri Gunawan menyampaikan, bahwa menggugat praperadilan Kejari Bandung lantaran ada kejanggalan dalam penetapan tersangka kepada AS.

"Kami melihat ini ada kejanggalan, ada beberapa yang dilanggar salah satunya mengenai tentang kerugian negara," ujar Heri saat membacakan gugatannya.

Menurut dia, dalam kasus saat ini AS tidak ada sepeserpun melakukan kerugian negara yang terjadi karena deposito. Dikatakan dia, deposito sudah dikembalikan oleh PD pasar pada 2018 Juni.

"Ini sudah dikembalikan ke PD Pasar dan itu bersama keuntungannya. Jadi  Nanti di persidangan ada," katanya.

Maka dengan hal tersebut pihaknya meminta PN Bandung mengabulkan beberapa gugatanya, sala satunya adalah mencabut kembali statur tersangka AS oleh Kejari Bandung. "Putusan Kejari Bandung tidak sah atas penetapan tersangka oleh pemohon kepada termohon," ucapnya.

"Penetapan yang diterbitkan pada 24 juni atas nama pemohon, yang sudah diterbikan Kejari Bandung ini tidak sah dan cacat hukum," ujarnya.

Dalam sidang praperadilan tersebut tim jaksa kejari Bandung selaku tergugat langsung menanggapi. Dalam tanggapan yang dibacakan Gani Alamsyah dijelaskan, Kejaksaan dalam menetapkan status tersangka AS sudah sah dan sesuai prosedur.

Menurut dia, dalam prosedur mengatur bahwa penetapan tersangka kepada seseorang harus diiringi alat bukti yang kuat. Dalam hal ini pihaknya sudah melalui prosedur tersebut.

"Penatapan tersangka secara sah sudah sesui alat bukti, dalam hal ini penyidik Kejari  Bandung untuk mencari alat bukti sudah sesuai dalam acara hukum pidana," kata Gani.

Selain itu, Gani menyebutkan, untuk mencari alat bukti, Kejaksan Negeri Bandung sudah memberikan surat pemanggilan kepada AS sebagai tersangka. Dengan pemanggilan itu sekaligus menjadi pemberitahuan kepada yang bersangkutan.

Kemudian penyidik juga sudah memeriksa sebanyak 19 orang saksi. "Ada 19 saksi diperiksa dan meminta alat-alat bukti, penyidik sudah memeriksa para saksi dan tanpa ada tekanan dan paksaan," ungkapnya.

Gani menambahkan, berdasarkan beberapa keterangan saksi bahwa semua sudah mencukupi untuk menetapkan AS sebagai tersangka penggelapan Deposito PD Pasar Bandung Bermartabat.

"Dari saksi menyampaikan fakta bahwa ini sudah cukup untuk menjadikan AS tersangka," katanya.

Sebagaimana diketahui, Andri Salman telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi. Dia ditetapkan tersangka setelah diduga menyalahgunakan aset deposito senilai Rp2,5 miliar saat dirinya masih menjabat sebagai Direktur Umum dan Keuangan PD Pasar pada 2017 lalu.***

Bagikan: